Quincy Promes Kembali Dijerat Hukuman Karena Kasus Penyerangan

Quincy Promes dihukum karena kasus narkoba dan kekerasan

Share:
article
Bola

SportCorner.id – Striker Spartak Moscow asal Belanda, Quincy Promes baru-baru ini diadili sebab keterlibatannya dalam penyelundupan narkoba. Kemudian ia juga dituduh terlibat dalam sebuah kasus penyerangan di Belanda.

Nampaknya tuduhan atas penusukan yang dialaminya bukanlah tuduhan semata. I benar terlibat atas penusukan kepada sepupunya sendiri di lututnya.

Insiden ini terjadi pada saat acara keluarga sedang berlangsung di Abcoude, Belanda pada Juli 2020.

Pengadilan Belanda menyatakan Promes sebagai tersangka dan bersalah atas penyerangan beberapa tahun lalu itu. Ia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara karena menyerang sepupunya

Namun, saat ini pemain berusia 31 tahun itu sedang berada di Rusia dan masih belum ada informasi lebih lanjut terkait kembalinya Promes ke Negeri kincir angin itu.

Promes dikenakan denda sebesar 7 ribu Euro atau setara 115 Juta rupiah. Denda itu harus dibayarkan kepada korban sebagai bentuk kompensasi atas kejadian yang dialami.

Insiden penusukan bisa terungkap sebab ponsel yang digunakan Promes berhasil disadap pada saat ia diselidiki dalam perdagangan narkoba. Promes diadili karena terlibat melakukan impor dua kiriman kokain sebesar 1.362 kilogram melalui Pelabuhan Antwerp, Belgia.

Penulis: Putri Dinda Safira


Baca Juga

Borneo FC vs Persija Jakarta 2025/Media Persija.

Komentar Fabio Lefundes usai Borneo FC Tahan Imbang Persija

Cetak Hattrick, Lamine Yamal Ukir Sejarah Baru

Duel Krusial Persija vs Borneo FC di JIS

Cara Beli dan Daftar Harga Tiket FIFA Series 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto/Media PSSI

Daftar 28 Pemain untuk TC Timnas Indonesia U-20

Link Live Streaming Persebaya vs Persib di Super League

Persib ke Surabaya untuk Menang

Kevin Diks mencatak gol bersama Borussia Moenchengladbach

Statistik Kevin Diks Hingga Pekan ke-24 Bundesliga

Logo Piala Dunia 2026/Foto: Istimewa

FIFA Ingin Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026