Haka Auto: Mobil Berteknologi Plug-in Hybrid BYD Tinggal Menunggu Waktu

Haka Auto pastikan mobil Plug-in Hybrid BYD segera diproduksi lokal di Subang, targetkan harga kompetitif dan 60 diler hingga 2026.

Share:
article
Salah satu model BYD berteknologi PHEV (DM) yang beredar di pasar Eropa. (BYDeurope)
Otomotif
Salah satu model BYD berteknologi PHEV (DM) yang beredar di pasar Eropa. (BYDeurope)

www.SportCorner.id - Dalam rangka Ramadan 1447 H, Haka Auto menggelar buka puasa bersama rekan-rekan media di The Grand Duck King Sigantures – Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Acara itu dihadiri jajaran manajemen PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mulai dari CEO Hariyadi Kaimuddin, Chief Operation Officer Judianto, Marketing General Manager Muhammad Shobirin, Business & Strategy Development Senior Manager Achmad Rosyadi Natsir, dan Marketing Manager Radhitya Natawidjaja.

Momen ini tidak disia-siakan oleh awak media untuk memastikan kapan BYD akan meluncurkan model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia. Sebelumnya beredar kabar rencana perusahaan Tiongkok tersebut untuk ikut bermain di jenis kendaraan yang mereka sebut sebagai Dual Mode (DM) itu.

BYD Indonesia siapkan model Plug-in Hybrid (PHEV) yang mereka sebut sebagai teknologi Dual Mode. (BYDeurope)

Hariyadi Kaimuddin mengatakan belum bisa memastikan kapan waktunya. Namun yang pasti, BYD akan memproduksi kendaraan PHEV tersebut di fasilitas pabrik BYD di Indonesia yang berlokasi di Subang, Jawa Barat yang saat ini dalam proses pembangunan.

Menurut perencanaan, pabrik BYD yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 100 hektare di kawasan Subang Smartpolitan tersebut ditargetkan mulai produksi pada kuartal pertama tahun ini.

"Kita harus produksi (kendaraan PHEV) secara lokal biar harganya bisa kompetitif dan terjangkau," ujar Hariyadi Kaimuddin, Senin (2/3). Ia juga mengatakan bahwa di negeri asalnya, mobil jenis PHEV dibanderol di bawah harga kendaraan listrik (EV).

"Tetapi kita tidak tahu nanti ya, karena masing-masing negara memiliki kebijakan yang berbeda. Harapannya sih tentu bisa di bawah harga EV," imbuhnya.

Platform BYD Super Hybrid DM Technology. (BYDeurope)

Ia juga menjelaskan bahwa BYD merupakan produsen otomotif yang awalnya memproduksi mobil bermesin pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE), kemudian kendaraan PHEV dan EV. Itu artinya, teknologi PHEV bukan hal yang baru bagi BYD.

Soal model PHEV BYD apa saja nanti yang akan diluncurkan di Indonesia, Hariyadi belum bisa mengungkapkan. Yang pasti, beberapa model BYD yang hadir di Indonesia sejatinya memiliki juga pilihan PHEV, seperti BYD Dolphin dan Denza D9.

Haka Auto Targetkan Total 60 Diler di 2026

Hariyadi juga mengungkapkan rencana pengembangan jaringan diler Haka Auto untuk brand kendaraan BYD dan Denza. "Hingga akhir tahun ini, kita menargetkan akan memiliki total 60 diler yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air."

Ekspansi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan penjualan dan purna jual kendaraan listrik yang semakin dekat dengan konsumen.

“Ekspansi jaringan ini merupakan langkah strategis kami untuk memastikan layanan yang semakin luas, responsif, dan berkualitas, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik,” tambahnya.

Hingga saat ini Haka Auto telah mengoperasionalkan 15 outlet BYD dan 2 outlet Denza di berbagai kota strategis di Indonesia sebagai berikut:


Baca Juga

Eksterior Jetour T2. (Jetour)

Jetour Serahkan 12 Unit T2 kepada Konsumen di Batam