FIVB Hadirkan Teknologi Canggih di Olimpiade 2024 Paris

Teknologi yang dihadirkan adalah alat untuk melacak bola masuk/keluar saat pertandingan bola voli.

Share:
article
Italia vs Jerman di VNL Putri 2024/Laman Volleyball World
Olahraga
Italia vs Jerman di VNL Putri 2024/Laman Volleyball World

www.sportcorner.id - Federasi Bola Voli Dunia (FIVB) mengumumkan dan Paris 2024 akan menghadirkan teknologi canggih di Olimpiade Paris 2024.

Teknoligi Bolt6 tersebut akan menghadirkan pelacak otomatis cangghih yang terintegrasi dengan sistem Video Wasit Hawk-Eye.

Dikutip dari Volleyballworld, untuk cabang olahraga bola voli di Olimpiade Paris 2024, sistem Hawk-Eye akan dilengkapi dengan fitur pelacak masuk/keluar bola otomatis Bolt6.

Teknologi baru tersebut secara signifikan akan mempercepat pertandingan tanpa harus menunggu permintaan challenge dari tim.

Dengan adanya Bolt6 tersebut kemungkinan akan mempercepat waktu 25 persen dari pertandingan.

Baca juga: Roster Timnas Voli Putri Jepang di Olimpiade 2024

Sebab sebelumnya saat ada permintaan untuk challenge, membutuhkan waktu untuk melakukannya.

Dengan hadirnya teknologi baru ini memastikan bahwa setiap pertandingan dilakukan dengan akurasi maksimal.

Cabang olahraga bola voli di Olimpiade 2024 Paris akan dimulai pada 27 Juli hingga 11 Agustus 2024.

Ada 24 tim yang berpartisipasi di cabang olahraga bola voli di Olimpiade 2024 Paris.

Di mana jumlah tersebut dibagi menjadi 12 tim putra dan 12 tim putri. Peserta voli Olimpiade 2024 berasal dari kualifikasi dan melalui turnamen Volleyball Nations League (VNL).


Baca Juga

Skuad Lavani Navy di Livoli Divisi Utama 2025 berisikan pemain bintang/foto: Ofisial Lavani

Final Proliga Gunakan Format Pertandingan Baru

Campus League Season 1 Dibuka di Surabaya

Indonesia kalah 0-3 dari Australia di perebutan peringkat 5 AVC Nations Cup 2025 Putra/foto: Ofisial AVC

Indonesia di Grup Neraka AVC Mens Cup 2026

Sugiono Jadi ketua Umum PB IPSI 2026-2030

Menpora Sebut Muaythai Punya Potensi Besar

panjat tebing (freepik.com)

Update Kasus Pelecehan Seksual Pelatih Panjat Tebing