Profil Azzahra Permatahani, Perenang Indonesia yang Lolos Olimpiade

Berikut profil Azzahra Permatahani, perenang putri Indonesia yang mendapatkan tiket ke Olimpiade 2024 Paris, Prancis.

Share:
article
Azzahra Permatahani, perenang putri Indonesia yang lolos ke Olimpiade 2024 Paris, Prancis/foto: IG Azzahra Permatahani.
Olahraga
Azzahra Permatahani, perenang putri Indonesia yang lolos ke Olimpiade 2024 Paris, Prancis/foto: IG Azzahra Permatahani.

www.sportcorner.id - Berikut profil Azzahra Permatahani, perenang putri Indonesia yang mendapatkan tiket ke Olimpiade 2024 Paris, Prancis.

Azzahra Permatahani mendapatkan tiket ke Olimpiade 2024 melalui jalur Universality Places.

Universality Places merupakan sistem kualifikasi bagi NOC yang gagal meloloskan atlet ke salah satu cabang olahraga.

Mereka kemudian diperbolehkan mengajukan satu atlet putra dan putri dengan peringkat tertinggi untuk bertanding di Olimpiade.

Untuk itu, PBAI kemudian memilih Azzahra Permatahani dan Joe Aditya untuk berangkat ke Olimpiade 2024.

[Baca juga: Profil Zhang Jingyin, OH Andalan China di Challenger Cup 2024]

Azzahra Permatahani bertanding di nomor 200 meter gaya ganti putri.

Sementara Joe Aditya yang bertanding di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra.

Profil singkat Azzahra Permatahani

Tahun ini jadi Olimpiade kedua bagi Azzahra setelah sebelumnya juga tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.

Perenang berusia 22 tahun itu merupakan pemegang rekor nasional di nomor 400 meter gaya ganti perorangan.

[Baca juga: Link Live Streaming Final Four Proliga 2024: Bank Sumsel vs STIN BIN]


Baca Juga

Skuad Lavani Navy di Livoli Divisi Utama 2025 berisikan pemain bintang/foto: Ofisial Lavani

Final Proliga Gunakan Format Pertandingan Baru

Campus League Season 1 Dibuka di Surabaya

Indonesia kalah 0-3 dari Australia di perebutan peringkat 5 AVC Nations Cup 2025 Putra/foto: Ofisial AVC

Indonesia di Grup Neraka AVC Mens Cup 2026

Sugiono Jadi ketua Umum PB IPSI 2026-2030

Menpora Sebut Muaythai Punya Potensi Besar

panjat tebing (freepik.com)

Update Kasus Pelecehan Seksual Pelatih Panjat Tebing