2 Hal terkait Liga Voli Korea di Proliga 2025, Pastinya Bukan Megawati Hangestri

Apa saja dua hal terkait Liga Voli Korea Selatan di Proliga 2025?

Share:
article
Valentina Diouf saat bermain untuk Red Sparks di V-League/foto: IG Valentina Diouf.
Olahraga
Valentina Diouf saat bermain untuk Red Sparks di V-League/foto: IG Valentina Diouf.

Diouf pernah dua musim membela Daejeon KGC.

Sepak terjang di V-League

Valentina Diouf mendapat perhatian karena tinggi badannya yang 202 cm dan kekuatannya yang luar biasa.

Meskipun penampilannya agak kurang bersemangat dalam kompetisi KOVO Cup, ia menunjukkan penampilan yang berubah begitu musim reguler dimulai.

Dikutip dari ulasan Kwon Su-yeon dari MHN Sports, pada musim 2019-2020, Diouf terpilih sebagai MVP setelah putaran ke-5 musim tersebut.

Namun, liga ditangguhkan karena penyebaran COVID-19.

Secara keseluruhan, jumlah poin Diouf pada musim 2019-2020 adalah 832 poin yang diperolehnya dalam 26 pertandingan.

Jumlah poin tersebut menempatkannya top skor. Ada selisih yang cukup jauh dengan 678 poin yang dicatat oleh pemain GS Caltex, Lutz yang menempati posisi kedua.

Apiknya penampilan Diouf membuat Daejeon KGC kembali memperpanjang kontraknya.

Tahun berikutnya, Diouf terus memegang kendali penguasaan bola yang besar.

Dalam pertandingan putaran ke-6 melawan Hyundai Construction (26 Februari 2021), ia memimpin tim menuju kemenangan dengan mencetak 54 poin (pangsa serangan 60,69 persen dengan rasio keberhasilan 48,57 persen).

BACA JUGA: Alasan Valentina Diouf Putus Kontrak di Liga Voli Prancis demi Proliga 2025


Baca Juga

Skuad Lavani Navy di Livoli Divisi Utama 2025 berisikan pemain bintang/foto: Ofisial Lavani

Final Proliga Gunakan Format Pertandingan Baru

Campus League Season 1 Dibuka di Surabaya

Indonesia kalah 0-3 dari Australia di perebutan peringkat 5 AVC Nations Cup 2025 Putra/foto: Ofisial AVC

Indonesia di Grup Neraka AVC Mens Cup 2026

Sugiono Jadi ketua Umum PB IPSI 2026-2030

Menpora Sebut Muaythai Punya Potensi Besar

panjat tebing (freepik.com)

Update Kasus Pelecehan Seksual Pelatih Panjat Tebing