Ini Alasan Pelatih FC Twente Jarang Mainkan Mees Hilgers, Alarm Bakal Dijual?

Pelatih FC Twente, Joseph Oosting, membeberkan alasannya mengapa bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, jarang dimainkan dalam beberapa laga terakhir.

Share:
article
Mees Hilgers (x.com/fctwente)
Bola
Mees Hilgers (x.com/fctwente)

Sebelum dibekap cedera, Mees Hilgers selalu jadi pilihan utama Joseph Oosting bersama dengan Max Bruns di jantung pertahanan FC Twente.

[Baca Juga: Cyrus Margono Masuk Tim Terbaik Liga Kosovo, Layak Dilirik ke Timnas Indonesia?]

Rasa heran publik tersebut kemudian Joseph Oosting pun kemudian membeberkan alasannya yang jarang memainkan Mees Hilgers di beberapa laga terakhir FC Twente.

Dilansir dari Twente Insite, Oosting menyebut jika alasannya jarang memainkan Hilgers karena bintangnya itu baru pulih dari cedera panjang.

“(Mees) Hilgers baru saja pulih dari cedera panjang. Anda harus melihat pertandingan mana yang bisa ia mainkan,” buka Oosting.

Selain itu, pelatih berusia 53 tahun tersebut mengaku dirinya berkonsultasi dengan tim medis saat hendak menurunkan Hilgers agar tak lagi diterpa cedera.

“Dua pertandingan dalam sepekan terlalu banyak (untuk Hilgers), kami juga berdiskusi dengan staf medis,” pungkasnya.


Baca Juga

Topskor Persib Bisa Main Lawan Dewa United

Penyebab Patrick Kluivert Absen di Clash of Legends

Ada di Zona Merah, Semen Padang Belum Menyerah

Bojan Hodak Menanti Gol Sergio Castel

Bojan Hodak/Foto: Persib

Bojan Hodak Bicara Kekuatan Dewa United

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares saat sesi preskon jelang lawan BG Pathum di laga perdana ASEAN Club Championship 2024 (IG psmmakassar)

Badai Cedera di Skuat Persebaya Belum Reda

Klub Liga 1 PSBS Biak/X PSBS Biak.

Pemain dan Staf PSBS Biak Tak Gajian 3 Bulan

Pelatih Persija, Mauricio Souza/Foto: Persija.id

Mauricio Souza Ungkap Kelemahan Persija Musim Ini

PSSI Bocorkan Ada Kompetisi Baru Musim Depan

Allano Makin Pede usai Persija Hantam Persebaya 3-0

Persib Wajib Pertahankan Konsistensi

Diskusi PSSI dan PSSI Pers: Menuju Piala Dunia 2030