Buntut Kericuhan Suporter, Persela Lamongan Dapat Sanksi Super Berat

Persela Lamongan dikabarkan mendapatkan sanksi super berat imbas dari kericuhan yang terjadi di Stadion Tuban Sport Center pada 18 Februari 2025.

Share:
article
Laga Persela vs Persijap terhenti setelah suporter ricuh dan memasuki lapangan pertandingan/foto: X Olah Bola.
Bola
Laga Persela vs Persijap terhenti setelah suporter ricuh dan memasuki lapangan pertandingan/foto: X Olah Bola.

Hukuman larangan tanpa suporter itu berlaku pada kompetisi musim 2025/2026 mendatang.

Sanksi ini berdasarkan salinan surat keputusan Komdis PSSI Liga 2 pada Sabtu (22/2/2025) malam.

Dalam surat itu disebutkan bahwa Persela telah melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.

Kode Disiplin yang disebutkan antara lain adanya flare, penonton masuk ke area lapangan pertandingan, pelemparan batu dan botol mineral, dan perusakan fasilitas stadion.

[Baca juga: Ramai Rumakiek Pecahkan Rekor, Pimpin Sementara Top Skor Liga 2]

Pihak Panpel Persela Lamongan kabarnya akan mengajukan banding yang telah dijatuhkan oleh Komdis PSSI tersebut.

Hukuman larangan penonton di laga kandang pernah diterima Persela Lamongan usai kericuhan saat melawan RANS Nusantara FC pada 7 Oktober 2024 di stadion yang sama.

Saat itu, Persela Lamongan dihukum tanding tanpa penonton di empat laga kandang.

Andai banding yang diajukan Persela tak berhasil, maka ini jadi kerugian besar bagi klub berjuluk Laskar Joko Tingkir pada musim depan.

Pihak Persela sudah menyampaikan permintaan maaf atas kericuhan yang terjadi pada laga melawan Persijap Jepara.


Baca Juga

Selebrasi Persib Bandung/foto: Instagram Persib

Kickoff Persib vs Arema FC Berubah

Persib Langsung Fokus ke Laga Berikutnya

Bali United Kecewa Kehilangan Poin di Markas Persib

Bali United Ingin Kejutkan Persib Bandung

Ambisi Persib Raih Tiga Poin Lawan Bali United

Pelatih Persija, Mauricio Souza/Foto: Persija.id

Pelatih Bersyukur Persija Akhiri Tren Negatif

Jordi Amat Cetak Gol ke Gawang Persebaya/Foto: Persija.id

Persija Menanti Dukungan Penuh Jakmania di SUGBK

Bek Persija Jakarta, Jordi Amat/Media Persija

Jordi Amat dan Dony Tri Pamungkas Menolak Menyerah