Penyebab Keributan Maguire dan Romero usai Final Liga Europa 2024/2025

Harry Maguire dan Cristian Romero terlibat keributan kecil usai partai final Liga Europa 2024/2025.

Share:
article
Bola

Sepanjang pertandingan, Manchester United sebenarnya mendominasi pertandingan jika dilihat dari statistik.

Setan Merah melepaskan 22 tendangan dan enam di antaraya tepat sasaran. Sementara Spurs hanya empat tendangan dan tiga di antaranya tepat sasaran.

Dari penguasaan bola, The Red Devils unggul dengan 74 persen berbanding 26 persen. Jumlah umpan pun nyaris beda tiga kali lipat. Manchester United 514 umpan berbanding Spurs 183 umpan.

Akurasi umpan juga Manchester United unggul dengan 84 persen sementara Spurs hanya 61 persen. Tapi, semua statistik hanyalah angka. Spurs yang keluar sebagai pemenang.

[Baca Juga: Man of the Match Tottenham vs Manchester United di Final Liga Europa]

Final Liga Europa 2024/2025 diwarnai ribut kecil antara Harry Maguire dan Christian Romero yang diunggah akun Instagram The Sun.

Semua berawal dari Romero yang terjatuh di lapangan setelah duel udara dengan Rasmus Hojlund. Maguire langsung meminta pemain asal Argentina itu bangun dan tak membuang waktu.

Kemudian, saat pertandingan usai, Romero menghampiri Maguire untuk berjabat tangan. Tapi, Maguire menolak.


Baca Juga

Setiap Laga Bagaikan Final untuk Persib

PSIM Bukan Lawan Mudah untuk Persib

Misi Jean Mota di 4 Laga Tersisa Persija

Kunci Kemenangan Telak Persebaya Lawan PSBS Biak

Pendapat Marc Klok jelang laga Persib Bandung vs Borneo FC. (Foto: Instagram/persib)

Pernyataan Persib usai Marc Klok Dituduh Rasis

Persebaya Pantang Remehkan PSBS Biak

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares saat sesi preskon jelang lawan BG Pathum di laga perdana ASEAN Club Championship 2024 (IG psmmakassar)

Persiapan Minim Persebaya Hadapi PSBS Biak

Marc Klok/Foto: Persib

Mentalitas Persib Diuji saat Lawan Bhayangkara FC