Atlet Bulutangkis Masa Kini Diduga Bukan Kejar Juara, tapi Ranking demi Sponsor
Legenda bulutangkis, Imelda Wiguna khawatir atlet masa kini bukan mengejar juara, tapi rangking demi sponsor.
"Tapi itu pendapat saya pribadi ya, kalau saya salah saya minta maaf ya. Tapi saya khawatir bahwa anak-anak ini harus ngejar ranking doang," katanya.
"Karena sponsornya itu ranking 1-10 yang dia dapat itu ya (besarnya) sama. Harus berbeda, misalnya ranking 1-4 katakan dapatnya 1 miliar misalnya gitu ya. Ranking 5-10 berbeda lagi lebih kecil," ungkapnya.
"Tapi Kalau sponsornya memberikan apresiasi ranking 1-10 jumlahnya sama, anak-anak hitungnya beda, masuk semi-final aja rankingnya udah selamat. Dapatnya tuh sama, aku nggak tahu deh bener apa nggak sih. Ya itu yang aku khawatirkan."
[Baca Juga: Rekap Hari Pertama Indonesia Open 2025: Wakil Indonesisa Berguguran]
Agar atlet fokus meraih gelar juara, Imelda menilai klub dan PBSI harus bertanggung jawab pada kualitas atlet.
"Kalau ada atlet tidak bagus, itu tanggungjawab klub. Tapi pelatnas juga harus menyalurkan teknologinya kepada klub agar klub ikutan bagus," katanya.
"Mutu latihan harus sudah ada di klub, itu yang harus diperhatikan juga agar menghasilkan atlet yang bagus di pelatnas," ungkapnya.
"Saya berharap pemerintah maksimal mendukung PBSI, sekarang belum maksimal. Saat Olimpiade itu triliunan mengalir, tapi berapa yang mengalir ke PBSI? PBSI kasihan," pungkasnya.




