Strategi Hemat ala AC Milan: Cerdas atau Bumerang di Musim Baru?
AC Milan menjalankan strategi transfer musim panas dengan pendekatan penuh risiko—mengandalkan diskon dan kesabaran.
Sementara Goncalo Ramos juga masuk radar, namun PSG hanya ingin menjual, bukan meminjamkan—sesuatu yang tidak sesuai dengan strategi Milan.
Mereka seolah menunggu keajaiban, bukan bergerak cepat mencari solusi. Padahal pelatih baru mereka, Massimiliano Allegri, membutuhkan striker andal sebelum musim dimulai.
Bisa Jadi Musim yang Kritis
Milan memang dikenal memiliki struktur finansial dan batas gaji yang ketat. Tapi menolak menyesuaikan penawaran dan terlalu lama menunggu bisa menjadi kesalahan fatal.
Bursa transfer bersifat dinamis, dan satu keputusan lambat bisa membuat mereka kehilangan banyak peluang.
Jika target utama gagal didatangkan, maka Milan terancam memulai musim 2025/2026 tanpa kekuatan penuh. Dalam skenario apa pun—entah menyerah atau bertahan—Milan tetap akan menuai konsekuensi besar.
Baca juga: Gianluigi Donnarumma Ingin Hengkang dari PSG, Inter Milan Siap Tampung
Waktunya Bergerak
Berhemat adalah keputusan strategis, tetapi terlalu bergantung pada keberuntungan dan negosiasi yang alot bisa merugikan.
AC Milan harus menyeimbangkan prinsip finansial dengan realitas pasar jika ingin tetap kompetitif.
Jika tidak, mereka tak hanya kehilangan pemain, tetapi juga kepercayaan suporter dan peluang bersaing di papan atas.