3 Negara Ini Pernah Dilarang Tampil di Piala Dunia gegara Alasan Politik

Sebagai badan tertinggi sepak bola dunia, FIFA memiliki aturan ketat yang melarang campur tangan politik dalam olahraga.

Share:
article
Venezuela vs Brasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 CONMEBOL/ X CONMEBOL.
Bola
Venezuela vs Brasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 CONMEBOL/ X CONMEBOL.

Sepuluh hari sebelum turnamen dimulai, posisi mereka digantikan oleh Denmark, yang kemudian keluar sebagai juara. 

Larangan ini berlanjut hingga kualifikasi Piala Dunia 1994, baru dicabut saat Serbia dan Montenegro kembali berlaga di bawah nama Yugoslavia hingga 2003. 

Kedua negara kemudian berpisah dan berkompetisi secara independen di panggung internasional.

Afrika Selatan

Afrika Selatan pernah menghadirkan Piala Dunia 2010 yang sukses, namun masa lalu mereka diwarnai larangan FIFA karena apartheid. 

Baca juga: Shin Tae-yong Ungkap Fakta Menarik Soal Asnawi Jadi Kapten Timnas Lawan China

Pada 1961, FIFA menjatuhkan sanksi terhadap negara ini akibat kebijakan diskriminatif, dengan beberapa larangan dicabut sementara dan diperketat kembali di dekade berikutnya.

Keanggotaan resmi Afrika Selatan baru dipulihkan pada 1992 setelah apartheid dihapuskan. 

Empat tahun kemudian, mereka mencatat sejarah dengan menjuarai Piala Afrika 1996, menandai kebangkitan sepak bola nasional pasca sanksi.

Sejarah sanksi FIFA menunjukkan bagaimana politik dan sepak bola saling terkait, serta betapa dampak keputusan otoritas dunia bisa langsung memengaruhi perjalanan tim nasional di panggung global.


Baca Juga

Motivasi Tinggi Bali United Hadapi Persis Solo

Logo Piala Dunia 2026/Foto: Istimewa

Iran Takkan Tampil di Piala Dunia 2026

PSSI Bekerja Keras Perbaiki Ekosistem Perwasitan

Persija Sudah Pikirkan Kerangka Tim Musim Depan

Ketua Komite Wasit PSSI Ingatkan Soal Jaminan Keamanan Wasit

Debut Manis Imran Nahumarury di Semen Padang

Persik Kediri Kecewa Berat Kalah Telak Lawan Persib

Kunci Kemenangan Telak Persib Lawan Persik

Thom Haye Tak Mau Persib Terpeleset Lawan Persik