FIFA Hukum Malaysia, 7 Pemain Naturalisasi Ngamuk dan Datangi FAM

Tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia resmi menemui FAM di Kuala Lumpur untuk meminta kejelasan terkait sanksi FIFA.

Share:
article
Federasi Sepak Bola Malaysia
Bola
Federasi Sepak Bola Malaysia

Sementara itu, tiga pemain naturalisasi lainnya merupakan pilar klub raksasa Johor Darul Ta’zim (JDT), yaitu Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Ketujuh pemain tersebut kini bersatu padu menuntut kejelasan dari FAM agar karier internasional mereka tidak hancur akibat skandal ini.

Isu kedatangan pemain-pemain ini ke Malaysia juga dibenarkan oleh wartawan Kolombia, Nany Florez. Melalui unggahan di platform X (Twitter), Florez menegaskan bahwa striker Rodrigo Holgado sudah tiba di Kuala Lumpur bersama perwakilannya.

“Rodrigo Holgado sudah berada di Malaysia bersama agennya. Ia datang karena sanksi FIFA terhadap tim nasional Malaysia dan enam pemain lain. Sang striker berharap persoalan ini cepat selesai. Ada waktu 10 hari untuk mengajukan banding,” tulis Florez.

Baca juga: Erick Thohir Bantah Indonesia Disebut Ikut Campur Sanksi FIFA untuk Malaysia

Pernyataan ini semakin memperkuat fakta bahwa kasus ini kini menjadi sorotan media internasional, bukan hanya isu lokal di Asia Tenggara.

Seperti diketahui, FIFA telah memberi tenggat waktu 10 hari kepada FAM untuk mengajukan banding. Jika banding tidak dilakukan atau gagal, maka hukuman tetap berlaku dan akan merugikan banyak pihak.

Bagi FAM, hukuman denda miliaran rupiah jelas menjadi pukulan finansial. Sementara bagi para pemain, larangan bermain selama satu tahun bisa jadi bencana besar yang menghancurkan karier mereka, baik di level klub maupun tim nasional.


Baca Juga

Kriteria Pemain untuk Masuk Timnas Indonesia U-17

Pelatih Persija Puji Dua Gol Indah Fabio Calonego

Hasil Undian EPA Championship U19 2026

Malut United Tim Paling Produktif di Laga Kandang

Borneo FC vs Persija Jakarta 2025/Media Persija.

Komentar Fabio Lefundes usai Borneo FC Tahan Imbang Persija

Cetak Hattrick, Lamine Yamal Ukir Sejarah Baru