Tanggapan Komite Disiplin PSSI soal Aksi Brutal Pemain Putra Jaya
Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin berharap aksi tak terpuji pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar mendapat sanksi berat.
www.sportcorner.id - Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin berharap aksi tak terpuji pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar mendapat sanksi berat.
Hilmi melakukan pelanggaran keras kepada salah satu pemain, dalam pertandingan PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Bangkalan, Senin (5/1/2026).
Aksi ini terjadi pada menit ke-72 saat skor 4-0 menjadi milik Perseta 1970. Kedua pemain hendak berebut setelah Firman melakukan salah umpan.
Namun, alih-alih menggunakan cara yang fair play, Hilmi malah melakukan tindakan tanpa berfokus pada merebut bola, setelah ia melakukan "tendangan kungfu" ke dada Firman.
Insiden memalukan di sepak bola Indonesia ini kemudian viral di media sosial. Setelah sorotan tajam dari publik, Putra Jaya Pasururan mengumumkan memberhentikan kontrak Hilmi.
"Ya, jadi isu tentang keselamatan atlet ini tidak hanya monopoli keluarga sepak bola. Jadi semua olahraga itu harus menjamin keselamatan atletnya. Jadi pertandingan bisa ditunda, bisa dibatalkan, bisa ditutup kalau mengancam keselamatan atlet dan pihak-pihak yang terlibat," ujar Umar, dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
"Itu diatur di Undang-Undang Olahraga ya, Undang-Undang Keolahragaan Nasional, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022. Itu banyak sekali pasal-pasal yang mengatur tentang keutamaan menyangkut keselamatan atlet. Misalkan atlet sakit dipaksa main, itu enggak boleh gitu," katanya.
Umar menambahkan, untuk mencegah berulangnya tindakan-tindakan brutal, memang harus ditegakkan secara tegas.



