Alwi Farhan: Ada Plus dan Minus Turnamen Super 1000 Digelar 11 Hari
Mulai 2027, lima turnamen bulutangkis level BWF World Tour Super 1000 akan mengusung format kompetisi yang diperluas.
www.sportcorner.id - Mulai 2027, lima turnamen bulutangkis level BWF World Tour Super 1000 akan mengusung format kompetisi yang diperluas.
Nomor tunggal akan diikuti 48 pemain dengan penerapan sistem fase grup sebelum berlanjut ke babak gugur. Setiap turnamen dijadwalkan berlangsung selama 11 hari dan mencakup dua akhir pekan.
Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, mengaku belum memahami secara rinci penerapan format baru yang digulirkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Tapi, ia menilai kebijakan turnamen berdurasi dua pekan menghadirkan dua sisi yang kontras, terutama jika dibandingkan dengan format sebelumnya yang hanya berlangsung selama satu pekan.
"Sejujurnya saya belum terlalu ngerti formatnya bakal jadi gimana. Cuma, ya, kemarin baca-baca gitu," ujar Alwi.
"Takes time sebenarnya 11 hari. Pasti lebih bosan sebenarnya, tapi ketika balik main lagi pasti lebih fit," katanya.
Alwi menilai, turnamen Super 1000 digelar selama 11 hari ada plus dan minus bagi atlet.
"Ada plus-minus, saya rasa. Saya sebagai atlet sendiri harus bisa menyesuaikan apa yang sudah ditetapkan, jadi nggak ada pilihan lain selain maksimalin aja apapun kondisinya," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan PBSI terkait keputusan turnamen super 1000 digelar selama 11 hari.
"Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang," ujar Kabid Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto.







