Carolina Marin Gantung Raket, Batal Tampil di Kampung Halaman
Pebultangkus tunggal putri asal Spanyol, Carolina Marín, resmi menyatakan gantung raket pada Kamis (26/3).
"Terima kasih atas cinta tanpa syarat yang telah Anda berikan, karena tidak pernah meninggalkan saya sendirian dan selalu mendampingi saya," ungkapnya.
"Saya juga berterima kasih kepada para sponsor yang tetap mendukung serta memahami bahwa di balik citra tersebut, saya hanyalah seorang manusia," pungkasnya.
Marín juga mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri karier sebagai pemain di Huelva. Namun, rencana untuk kembali bertanding sekaligus mengumumkan gantung raket di hadapan khalayak Huelva akhirnya batal.
"Memang akan berakhir di sana. Bukan dengan raket di tangan, tetapi tetap di kota tempat saya dilahirkan, untuk menutup perjalanan panjang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun," ujarnya.
"Gadis kecil yang dulu menemukan bulu tangkis dan bermimpi memenangkan segalanya, kini telah merasa bahagia dan akan kembali ke rumah," ujarnya.
Ia menyatakan meninggalkan olahraga yang dicintainya dengan rasa bangga atas seluruh pencapaiannya. Bukan hanya dari segi gelar, tetapi juga penghormatan yang diperoleh di dunia olahraga serta kontribusi dalam memopulerkan bulutangkis di Spanyol.
"Kini, babak baru dalam hidup saya dimulai. Saya akan berupaya membalas semua dukungan yang telah saya terima, sekaligus terus menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga di atas segalanya. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan luar biasa ini," pungkasnya.


