Kisah Ni Nengah Widiasih Buka Usaha Kuliner di Bali
Atlet para-powerlifting kebanggaan Indonesia, Ni Nengah Widiasih membuka usaha kuliner di Bali.
"Saya sempat bilang tidak usah cari lagi. Kalau memang rezeki pasti datang. Ternyata di akhir 2025 dapat info tempat ini dan langsung cocok,” tuturnya.
Usaha ini menjadi bisnis pertamanya bersama sang kakak. Ni Nengah mengakui dunia kuliner jauh berbeda dengan dunia olahraga maupun investasi properti yang sebelumnya lebih ia kenal.
Ia baru menyadari kompleksitas pengelolaan rumah makan setelah terjun langsung.
“Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di balik satu hidangan ada banyak proses dan orang yang terlibat,” katanya.
Sebagai atlet yang telah mencatatkan prestasi internasiona medali perunggu di Paralimpiade Rio 2016, perak di Paralimpiade Tokyo 2020, serta finis kelima di Paralimpiade Paris 2024, Ni Nengah menyadari karier atlet memiliki batas waktu.
Karena itu, usaha kuliner ini menjadi salah satu persiapan jangka panjang.
“Atlet tidak mungkin selamanya. Ini salah satu persiapan masa pensiun saya. Setidaknya sudah punya usaha dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Ni Nengah menekankan bahwa tujuan utamanya bukan semata keuntungan, melainkan kebermanfaatan. Ia ingin kesuksesan yang diraih juga dirasakan orang lain.
“Saya tidak mau sukses sendirian. Kalau kita diberi rezeki lebih, jangan disimpan sendiri. Punya satu atau dua karyawan saja itu sudah sangat berarti,” ungkapnya.
Nama Men Bingin yang disematkan pada rumah makannya diambil dari nama belakang almarhum ibunya sebagai bentuk penghormatan. Seluruh masakan diracik langsung oleh sang ayah, yang menurutnya memasak dengan penuh cinta, layaknya untuk keluarga sendiri.




