Ada Aturan Baru di Piala Dunia 2026
Ada beberapa aturan baru terkait hukuman kartu merah yang akan diterapkan di Piala Dunia 2026.
Keputusan tetap berada di bawah wewenang penuh wasit, yang akan mempertimbangkan semua keadaan sebelum mengeluarkan kartu merah.
Presiden FIFA, Gianni Infantino mengatakan ia ingin menerapkan sesuatu yang memiliki efek jera dan mendukung kartu merah.
"Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu, dan ini memiliki konsekuensi rasis, maka ia harus dikeluarkan, tentu saja," ujarnya, dikutip dari BBC, Rabu (29/4/2026).
"Harus ada anggapan bahwa ia telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan, jika tidak, ia tidak perlu menutup mulutnya."
"Jika Anda tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan, Anda tidak akan menutup mulut Anda ketika Anda mengatakan sesuatu. Itu saja, sesederhana itu," ucapnya.
Dalam final Piala Afrika, Senegal meninggalkan lapangan dan kembali ke ruang ganti sebagai protes atas penalti yang diberikan kepada Maroko.
Ketika para pemain akhirnya kembali, Brahim Diaz gagal mencetak gol ke gawang Senegal.
Namun, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) kemudian mencabut gelar juara Senegal dan memberikan kemenangan 3-0 kepada Maroko.
Aturan baru ini juga akan berlaku untuk setiap ofisial tim yang menghasut pemain untuk meninggalkan lapangan.
Tim yang menyebabkan pertandingan dihentikan, pada prinsipnya, akan dinyatakan kalah.



