Pemerintah Dukung, Bina, dan Upayakan Kesejahteraan Atlet
Menghabiskan hari-hari dengan cucuran keringat saat menempa kondisi fisik dan latihan menjadi menu yang dilahap oleh para atlet dalam kesehariannya.
Kisah sukses lifter Eko Yulianto adalah salah satunya. Mempersembahkan medali untuk Indonesia mulai dari SEA Games sampai Olimpiade membuat Eko bergelimang bonus. Hasilnya, Eko membelikan sawah untuk ayahnya, Saman.
Sang ayah yang tadinya menarik becak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari kini menjadi petani mengolah sawah miliknya. Eko juga mendirikan tempat latihan angkat besi sebagai bukti kontribusinya untuk regenerasi mencari penerus dirinya.
Kesaksian para atlet akan peningkatan taraf hidup mereka adalah bukti komitmen pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memprioritaskan kesejahteraan para atlet sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga berprestasi dan berkelanjutan.
Menpora Erick Thohir menyampaikan bahwa pemerintah menyadari betul pengorbanan yang dilakukan para atlet dalam mempersiapkan diri dan berjuang di pertandingan demi membanggakan bangsa.
“Para atlet adalah putra-putri terbaik yang pada saat pertandingan bukan hanya berjuang habis-habisan untuk mendapatkan gelar juara, tapi juga bertekad mengangkat nama bangsa di panggung internasional, menunjukkan kedigdayaan Indonesia di mata dunia," katanya.
"Seperti apa yang selalu dikatakan oleh Presiden Prabowo, bahwa atlet adalah aset bangsa yang harus kita hargai dan apresiasi pengorbanannya. Negara akan selalu hadir dalam kehidupan para atlet. Bukan hanya saat seremoni pemberangkatan kontingen atau saat pengalungan medali saja."
"Pemerintah selalu di belakang atlet untuk mendukung, membina dan mengupayakan kesejahteraan hidup mereka. Bonus yang diberikan pemerintah bukan hanya sekedar simbol melainkan bukti nyata penghormatan negara kepada jasa dan jerih payah mereka. Kami memastikan bahwa keringat yang mereka keluarkan akan mengantarkan para atlet kepada masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.




