Juney Hanafi Juara Ultra Cycling Internasional Lintang Flores 2026
Edisi ketiga ajang ultra cycling internasional Lintang Flores 2026 resmi berakhir setelah batas cut-off time (COT) pada Kamis (7/5/2026).
Perjalanannya menuju garis start juga menyimpan cerita: Juney bersepeda dari Malang ke Surabaya, lalu menempuh 30 jam perjalanan laut hingga akhirnya tiba di Labuan Bajo.
Juney Hanafi, pemenang Lintang Flores 2026, disambut penggagas ajang ini, Renaldus Iwan Sumarta, di garis finis Ta'aktana Labuan Bajo
Ultra Cycling: Kisah Inklusivitas dan Solidaritas dari Labuan Bajo
Renaldus Iwan Sumarta, penggagas Lintang Flores 2026, kembali bersyukur atas suksesnya ajang yang berlangsung lancar dan aman.
“Tahun ini istimewa, karena podium pertama hingga ketiga diraih pesepeda Indonesia. Ini menegaskan semangat ultra cycling yang kian tumbuh di tanah air. Kemenangan mereka membuktikan bahwa ajang ini terbuka bagi siapa saja yang berani menguji batas diri," katanya.
“Alam Labuan Bajo dengan rute menanjak, cuaca ekstrem, dan medan menantang adalah keindahan sekaligus ujian, tempat tekad dan keteguhan lebih berarti daripada apa pun,” ujar Iwan.
Pada gelaran tahun ini, Lintang Flores kembali menyalurkan donasi, kali ini untuk renovasi ruang belajar mengajar di SMAK St. Yosef Freinademetz Mukusaki, Ende, yang sempat rusak akibat longsor.
Inisiatif ini menginspirasi peserta lomba untuk membuka donasi bersama melalui media sosial, sekaligus membuka mata banyak orang tentang perlunya perhatian untuk sarana pendidikan di Flores.



