Kenapa Gabriel yang Jadi Eksekutor Penalti Arsenal?
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta menjelaskan kenapa Gabriel menjadi eksekutor di dalam adu penalti.
www.sportcorner.id - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta menjelaskan kenapa Gabriel menjadi eksekutor di dalam adu penalti.
Arsenal gagal mengawinkan gelar Liga Premier Inggris dengan Liga Champions usai kalah lawan PSG.
Berlaga di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026), Arsenal kalah lawan PSG lewat adu penalti.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal 90 menit. Arsenal unggul lebih dulu melalui gol Kai Havertz. PSG membalas berkat gol penalti Ousmane Dembele.
Di drama adu penalti, dua penendang Arsenal gagal mencetak gol, yakni Eberechi Eze dan Gabriel.
Sedangkan Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli sukses menjadi eksekutor The Gunners.
Sementara itu, hanya satu penendang penalti PSG yang gagal, yakni Nuno Mendes. Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjadi eksekutor.
Kegagalan Gabriel mencetak gol dalam adu penalti bagi seorang pemain yang sering menjadi penentu kemenangan Arsenal musim ini, bukanlah kontribusi yang ia bayangkan.
Itu adalah penalti pertama yang diambil Gabriel untuk Arsenal. Mikel Arteta mengungkapkan bahwa sang bek telah mempersiapkan dan berlatih untuk momen ini.
"Dia ingin mengambilnya. Biasanya penendang penalti adalah Bukayo [Saka], Martin [Odegaard] dan Kai [Havertz]," kata Arteta, dikutip dari BBC, Minggu (31/5/2025).
"Tetapi kami tahu jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti, pemain lain harus maju," pungkasnya.




