Belgia Imbang Lagi, Kans Lolos ke 32 Besar Makin Sulit
Harapan Belgia untuk mewujudkan potensi mereka di panggung dunia mengalami kemunduran yang mengecewakan.
Sementara itu, bagi Iran yang hanya diizinkan terbang ke Amerika Serikat sehari sebelum setiap pertandingan, hasil imbang ini menandai kali pertama mereka terhindar dari kekalahan dalam dua pertandingan pembuka Piala Dunia.
Selama kurang lebih satu dekade terakhir, muncul anggapan bahwa keberhasilan Belgia menjuarai Piala Dunia hanyalah masalah waktu, bukan lagi sekadar kemungkinan.
Setelah gagal lolos ke putaran final tahun 2006 dan 2010, Belgia kembali ke panggung dunia di Brasil pada tahun 2014 dengan mengandalkan salah satu generasi talenta paling memukau yang pernah disaksikan dunia sepak bola internasional.
Di lini serang, mereka diperkuat oleh bintang-bintang Premier League seperti Eden Hazard dan Lukaku, sementara lini tengah memadukan kecerdikan Mousa Dembele dengan keanggunan serta kreativitas De Bruyne.
Kualitas juga terlihat di lini pertahanan, yang diperkuat oleh pemain-pemain seperti Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, dan Vincent Kompany.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika ekspektasi terhadap mereka begitu tinggi. Hazard, Lukaku, dan De Bruyne semuanya dianggap sebagai pemain-pemain terbaik di Premier League.
Belgia tampak ditakdirkan untuk menjadi kekuatan dominan di kancah internasional. Tapi, faktanya tak demikian.




