Pesan Menpora Erick Thohir Jelang Persiapan Asian Games 2026
Persiapan Indonesia menuju Asian Games 2026 Jepang memasuki fase yang semakin krusial.
"Kita tidak mungkin mempersiapkan juara Olimpiade secara instan. Jika kita menargetkan Olimpiade 2032, maka atlet-atlet potensial harus mulai dibina dari sekarang. Inilah mengapa dukungan Presiden terhadap pelatnas jangka panjang menjadi sangat penting bagi masa depan olahraga Indonesia," katanya.
Menurut Erick, komitmen tersebut telah mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan yang berlangsung di Hambalang pada Jumat (19/6).
Salah satu langkah strategis yang didorong pemerintah adalah penerapan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang yang didukung oleh pendanaan multiyears.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih profesional, terencana, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.
"Presiden Prabowo mendukung penuh perubahan pola pikir dalam pembinaan olahraga nasional. Atlet juara dunia dan Olimpiade tidak lahir dari persiapan satu atau dua tahun, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana dan berkelanjutan selama bertahun-tahun. Karena itu pelatnas harus dibangun dengan sistem multiyears," ungkapnya.
Erick juga mengungkapkan bahwa gagasan pelatnas jangka panjang dan anggaran multiyears mendapat dukungan luas dari berbagai federasi olahraga nasional.
Menurutnya, para pimpinan cabang olahraga menilai skema tersebut akan memberikan kepastian program sekaligus memperkuat proses pembinaan atlet menuju level dunia.
"Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh berbagai federasi olahraga. Pak Rosan sebagai Ketua Federasi Angkat Besi, Pak Luhut sebagai Ketua PB PASI, Pak Pandu sebagai Ketua Federasi Selancar Ombak Indonesia."





