Jelang 32 Besar Piala Dunia 2026, Cape Verde Digoyang Isu Pemerkosaan
Kisah impresif Cape Verde di Piala Dunia 2026 kini dibayangi oleh tuduhan serius yang melibatkan sang kapten, Ryan Mendes.
Ia juga mendapatkan dukungan psikologis dan mengungkapkan kepada penyidik bahwa ia sempat menghubungi pihak ofisial sepak bola namun tidak mendapatkan bantuan.
Penyelidikan dan tanggapan pihak berwenang
Kepolisian Selandia Baru menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada dakwaan yang diajukan. Petugas telah mengumpulkan rekaman keamanan hotel serta sedang menelaah dokumen medis dan keterangan saksi sebagai bagian dari proses pemeriksaan mereka.
Kasus ini masih dalam tahap pengumpulan bukti, dan pihak berwenang belum memberikan perkiraan waktu kapan keputusan akan diambil. FIFA menegaskan kembali bahwa mereka menanggapi semua tuduhan dengan serius, namun menolak berkomentar lebih lanjut karena penyelidikan masih berjalan.
Federasi Sepak Bola Selandia Baru juga mengarahkan pertanyaan kepada pihak kepolisian dan tidak memberikan rincian tambahan.
Mendes, yang bermain untuk klub di Turki dan menjabat sebagai kapten tim nasional Tanjung Verde selama kiprah bersejarah mereka di Piala Dunia 2026, tetap terlibat dalam kegiatan tim saat mereka bersiap menghadapi pertandingan babak 32 besar.
Keberhasilan tak terduga Cape Verde melaju ke babak gugur menjadi salah satu kisah paling menarik dalam turnamen ini, namun adanya tuduhan tersebut menimbulkan ketidakpastian yang signifikan terkait sosok kapten tim.
Sementara para penyelidik terus menelaah bukti-bukti di Selandia Baru, pihak berwenang menegaskan bahwa belum ada kesimpulan yang dicapai dan proses hukum masih terus berjalan.





