Tuesday, May 28, 2024

www.SportCorner.id Citroën menjadi merek mobil pertama di Indonesia yang memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM) untuk mengikuti program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Ini merupakan salah satu wujud langkah Citroën untuk menghadirkan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas di Indonesia.

Pada 3 Mei 2024, pemerintah melalui BKPM telah memberikan persetujuan secara resmi atas permohonan Citroën Indonesia untuk ikut serta di dalam program KBLBB, melalui Surat Persetujuan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia no 1/KBLBB-CBU/1/OSS/PMDN 2024.

Surat tersebut diberikan kepada PT National Assemblers selaku perusahaan perakitan kendaraan di bawah Indomobil grup yang juga menaungi merek Citroën di Indonesia.

Citroën Indonesia akan memanfaatkan fasilitas impor Citroën Ë-C3 All Electric secara utuh (CBU) dengan bea masuk 0% dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung permerintah, dipergunakan di dalam masa transisi sampai dengan dimulainya kegiatan produksi Ë-C3 All Electric dalam negeri selambat-lambatnya pada 2026.

Citroën merupakan merek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang saat ini memperoleh persetujuan keikutsertaan program BEV dan fasilitas impor secara resmi dari pemerintah.

Berbekal persetujuan tersebut, Citroën Indonesia akan segera mewujudkan komitmennya untuk menawarkan Ë-C3 All Electric sebagai kendaraan bertenaga 100% listrik yang terjangkau bagi masyarakat luas dengan banderol mulai Rp377 juta (on the road) Jakarta dan akan segera melakukan serah terima unit kendaraan kepada pelanggan yang telah melakukan pesanan sebelumnya. 

Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw mengatakan pihaknya menyambut gembira dengan diterbitkannya persetujuan pemerintah atas permohonan Citroën untuk berpertisipasi dalam program percepatan elektirifikasi kendaraan di Indonesia.