7 Langkah Penting Saat Tanda Indikator Aki Menyala

Ada beberapa faktor yang membuat indikator aki ini menyala. Mulai dari belt putus, kabel kendur, sekring putus, alternator lemah, dan lain-lain.

Share:
article
Otomotif
- Periksa tegangannya menggunakan multimeter untuk memeriksa tegangan aki. Tegangan aki yang sehat seharusnya sekitar 12,6 volt saat mesin mati dan antara 13,8 hingga 14 Volt saat mesin menyala.
- Jika aki Anda memiliki jendela indikator. Itu tidak bisa jadi patokan karena lubang indikator itu hanya membaca kondisi satu sel, padahal aki biasanya memiliki beberapa sel.
- Periksakondisi fisik aki untuk memastikan aki tidak retak atau bocor. Jika ada, aki perlu diganti.

Baca juga: 9 Langkah Menghadapi Mesin Overheat di Jalan

5. Periksa alternator
- Cek alternator yang berfungsi mengisi daya aki saat mesin beroperasi. Jika alternator rusak, aki tidak akan terisi dengan baik.
- Periksa alternator menggunakan multimeter untuk memeriksa tegangan output alternator dan pastikan sesuai dengan spesifikasi.

6. Periksa sekring dan relay
- Periksa sekring. Beberapa kendaraan memiliki sekring khusus untuk sistem pengisian dan pastikan kondisinya tidak putus. 
- Periksa relai. Beberapa kendaraan memiliki relai untuk alternator. Pastikan relai berfungsi dengan baik.

7. Telpon bengkel
- Telpon bengkel bila Anda tidak bisa menemukan masalah dan solusinya. beberapa bengkel sparepart dan oli biasanya memiliki layanan panggilan ke tempat Anda.


Baca Juga

Desain ikonik iCAR V23 berhasil memenangkan Red Dot Award Design Concept 2026. (iCAR Indonesia)

iCAR V23 Raih Red Dot Award Design Concept 2026