Dunia Olahraga Bisa Kehilangan Atlet Perempuan, jika...

Kekhawatiran itu disampaikan menanggapi cenderung longgarnya tes kelayakan gender yang membuat atlet transgender bisa ikut bertanding di cabor gender tertentu

Share:
article
Lia Thomas, Perenang Transgender Asal Amerika Serikat
Bola
Lia Thomas, Perenang Transgender Asal Amerika Serikat

"Saya pikir Komite Olimpiade Internasional memerlukan kebijakan yang sangat, sangat jelas dalam hal ini," kata Coe kepada editor olahraga BBC Dan Roan. 

"Dan perlindungan terhadap kategori perempuan, bagi saya, benar-benar tidak bisa dinegosiasikan." 

"Jika Anda tidak siap melakukan itu, dan di situlah federasi internasional berharap untuk memimpin, maka Anda benar-benar akan kehilangan olahraga wanita dan saya tidak siap melihat itu terjadi." 

"Saya tidak yakin kebijakan tersebut cukup jelas saat ini," ucap pria yang kini menjabat sebagai Presiden World Athletics itu. 

Tes kelayakan gender dilakukan oleh Asosiasi Tinju Internasional (IBA) yang dipimpin Rusia, yang kemudian dicabut status badan pengatur dunianya oleh IOC karena masalah integritas dan tata kelola. 

Ketika ditanya apakah ia akan mendorong cabang olahraga lain untuk melakukan hal yang sama jika ia menjadi presiden IOC, Coe menilai beberapa cabang olahraga tidak akan berada dalam posisi terbaik untuk membuat anggaran tersebut. 

BACA JUGA: Imane Khelif Serang Balik Donald Trump dan Elon Musk 

"Itulah mengapa penting untuk melakukan penyesuaian ulang dalam cara pendanaan cabang olahraga, cara pendanaan Komite Olimpiade Nasional," kata dia.


Baca Juga

Penggawa Borneo FC, Mariano Peralta. (Foto: Liga Indonesia Baru/PT LIB)

Borneo FC Tak Boleh Terpeleset Lawan Bali United

Reaksi Emosional Messi usai Barcelona Juara LALIGA

Main di Mana Pun, Persija Tetap Berbahaya

Hasil Undian Piala Asia 2027: Indonesia Grup Berat

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza

Harapan Mauricio Souza di Laga Persija vs Persib

Pesan Umuh Muchtar Jelang Laga Persija vs Persib