5 Mitos Seputar Mobil Listrik: Hemat atau Malah Boros?

Di balik popularitasnya, masih banyak orang yang salah kaprah soal mobil listrik

Share:
article
Mobil listrik (freepik.com)
Otomotif
Mobil listrik (freepik.com)

Jadi, pastikan hitung kebutuhan dayamu dengan teliti sebelum beli mobil listrik.

2. Isi Daya Mobil Listrik Bisa Dilakukan di Mana Saja

Mitos lain adalah pengisian daya semudah men-charge HP. Faktanya, infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di Indonesia masih terbatas, terutama di luar kota besar.

Kamu bisa isi daya di rumah, tapi perlu colokan khusus, instalasi MCB yang memadai, dan waktu pengisian bisa berjam-jam. Jadi, perencanaan rute dan lokasi charging station tetap wajib.

3. Baterai Mobil Listrik Mudah Rusak dan Mahal Ganti

Sebagian orang khawatir kalau baterai mobil listrik gampang soak. Padahal, teknologi baterai sekarang sudah jauh berkembang. Rata-rata pabrikan memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau sekitar 160.000 km.

Jika dirawat dengan benar — seperti tidak sering full charge 100% atau menguras hingga 0% — umur baterai bisa panjang. Meski biaya penggantian baterai memang mahal, tapi risikonya kini jauh lebih minim.

Baca juga: Honda Vario 125 Versi Malaysia Hadir dengan Warna Baru, Tampil Lebih Segar

4. Mobil Listrik Cepat Panas dan Rentan Terbakar

Kecemasan soal mobil listrik mudah terbakar juga sering muncul. Faktanya, mobil listrik punya sistem pendinginan baterai canggih. 


Baca Juga

Saat hujan, mode berkendara Wet Mode mampu menjaga pengendalian tetap dalam genggaman. (MMKSI)

Memaksimalkan Fitur Mitsubishi Xforce di Musim Hujan