Gaji Besar Tak Cukup! Ini Deretan Bintang yang Hengkang dari Saudi Pro League

Gabri Veiga hingga Ighalo memilih hengkang demi kompetisi yang lebih menantang.

Share:
article
Gabri Veiga (instagram.com/gabriveiga)
Bola
Gabri Veiga (instagram.com/gabriveiga)

Sportcorner.id - Setelah sempat menyita perhatian global dengan mendatangkan sederet pesepakbola top, Saudi Pro League kini mulai kehilangan pesonanya. 

Di musim panas 2025 ini, sejumlah pemain besar memilih meninggalkan Timur Tengah, menandai bahwa gemerlap finansial tidak selalu menjamin kenyamanan karier jangka panjang.

Salah satu yang jadi sorotan adalah Gabri Veiga, gelandang muda asal Spanyol yang sebelumnya sempat menuai kritik tajam karena hijrah ke Al Ahli saat masih berusia 21 tahun. Bahkan, Toni Kroos menyebut kepindahan tersebut sebagai "aib". 

Namun kini, setelah dua musim bermain di Arab Saudi, Veiga resmi kembali ke Eropa dan bergabung dengan FC Porto, dilaporkan dengan pemotongan gaji besar dari sebelumnya £200 ribu per minggu demi bisa merumput di kompetisi yang lebih menantang.

Baca juga: Trump Usul Ganti Istilah "Soccer" Jadi "Football"

Selain Veiga, berikut adalah deretan nama lain yang juga memutuskan angkat kaki dari Saudi Pro League:


Baca Juga

Topskor Persib Bisa Main Lawan Dewa United

Penyebab Patrick Kluivert Absen di Clash of Legends

Ada di Zona Merah, Semen Padang Belum Menyerah

Bojan Hodak Menanti Gol Sergio Castel

Bojan Hodak/Foto: Persib

Bojan Hodak Bicara Kekuatan Dewa United

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares saat sesi preskon jelang lawan BG Pathum di laga perdana ASEAN Club Championship 2024 (IG psmmakassar)

Badai Cedera di Skuat Persebaya Belum Reda

Klub Liga 1 PSBS Biak/X PSBS Biak.

Pemain dan Staf PSBS Biak Tak Gajian 3 Bulan

Pelatih Persija, Mauricio Souza/Foto: Persija.id

Mauricio Souza Ungkap Kelemahan Persija Musim Ini

PSSI Bocorkan Ada Kompetisi Baru Musim Depan

Allano Makin Pede usai Persija Hantam Persebaya 3-0

Persib Wajib Pertahankan Konsistensi

Diskusi PSSI dan PSSI Pers: Menuju Piala Dunia 2030