Manisa BBSK Kirim Kabar Buruk yang Bikin Fans Megawati Hangestri Sedih

Klub baru Megawati Hangestri, Manisa BBSK, membagikan momen pilu tentang bencana kebakaran yang melanda beberapa wilayah di Turki.

Share:
article
Megawati Hangestri akan bermain di klub Turki, Manisa BBSK/foto: Ofisial BBSK
Sportainment
Megawati Hangestri akan bermain di klub Turki, Manisa BBSK/foto: Ofisial BBSK

www.sportcorner.id - Manisa BBSK, membagikan kabar buruk mengenai bencana kebakaran hutan yang melanda Turki dalam beberapa hari terakhir.

Melalui akun instagram, Manisa BBSK, mengabarkan bahwa saat ini beberapa wilayah di Turki mengalami kebakaran hebat.

Kebakaran hutan terjadi di wilayah distrik Safranbolu, Ovacik, Gursu, dan Kestel. Kabarnya, lebih dari 50 ribu orang telah dievakuasi dari wilayah yang terdampak.

Melansir Al Jazeera, Menteri Kehutanan Turki Ibrahim Yumakli mengungkap bahwa 84 titik kebakaran aktif sedang ditangani di seluruh wilayah Turki.

Menurut Badan Meteorologi Turki, gelombang panas ekstrem disebut sebagai pemicu utama bencana kebakaran yang terjadi di wilayah pesisir Turki.

[Baca juga: Daftar Pelatih & Staf Manisa BBSK, Klub Megawati Hangestri di Liga Voli Turki]

Menteri Kehakiman Turki Yilmaz Tunc menyebut kejaksaan telah menyelidiki kebakaran di 33 provinsi sejak akhir Juni. Sebanyak 97 orang telah dikenai tindakan hukum terkait dugaan kelalaian atau pembakaran.

Bencana kebakaran itu juga mendapat perhatian khusus dari Manisa BBSK. Melalui media sosial resminya, klub masa depan Megawati Hangestri itu memberikan ucapan belasungkawa.


Baca Juga

Persib Bandung Galang Dana Donasi untuk Cisarua

Bek Persib Kakang Rudianto Lepas Masa Lajang

Presiden Prabowo Pamer Selfie Bareng Zinedine Zidane

FC Barcelona Cetak Sejarah di YouTube

Daftar Pemain Terbaik Paruh Musim LALIGA 2025/2026

Pemain Persija Kena Tipu saat Belanja Online

Kampanye #PersibUntukSumatera Diperpanjang

Komentar Julio Cesar soal Store Baru Persib di Garut

Ronaldo Beli 2 Rumah Mewah di Pulau Pribadi

Ciro Alves Ajukan Permohonan Jadi WNI