Profil Timur Kapadze, Disebut Mundur dari Timnas Uzbekistan Demi Latih Indonesia

Nama Timur Kapadze dikaitkan sebagai salah satu calon pelatih Timnas Indonesia. Mantan pelatih Timnas Uzbekistan itu sedang berada di tanah air.

Share:
article
Timur Kapadze
Bola
Timur Kapadze

Masa kejayaannya sebagai pemain terjadi ketika ia bermain untuk Pakhtakor. Di sana ia berhasil meraih gelar juara Liga Super Uzbekistan dan Piala Uzbekistan enam musim beruntun pada 2002 hingga 2007.

Ia kemudian hijrah ke Bunyodkor pada 2008. Kepindahannya itu sekaligus memutus rekor Pakhtakor dan mengantar Bunyodkor juara tiga musim beruntun pada 2008-2010.

Di level timnas, ia membukukan 199 cap dan mencetak 10 gol untuk Timnas Uzbekistan. Prestasi terbaiknya mengantar Uzbekistan jadi semifinalis Piala Asia 2011.

Ia pensiun pada 2017 setelah memperkuat Lokomotiv Tashkent. Kemudian ia mencoba peruntungan menjadi pelatih pada 2018.

Di awal masa kepelatihannya ia dipercaya untuk menjadi pelatih interim Timnas Uzbekistan. Kemudian, ia sempat melatih Olympic Tashkent pada 2021-2024.

Pada 2022 ia kembali dipercaya untuk melatih Timnas Uzbekistan. Di periode yang sama, ia juga menangani Timnas U-23 dan berhasil menembus final Piala Asia U-23 2022 dan 2024.

Sayangnya, di dua final itu Uzbekistan selalu gagal menang dan harus puas jadi runner-up. Atas keberhasilan itu, Timur Kapadze dinobatkan sebagai pelatih terbaik Uzbekistan pada 2022 dan 2024.

Prestasi terbesar yang ia raih sebagai pelatih Uzbekistan adalah dengan menjuarai CAFA Nations Cup 2025.

Namun, Timur Kapadze memutuskan mundur dari Timnas Uzbekistan yang selanjutnya akan dilatih oleh Fabio Cannavaro.


Baca Juga

Persib Langsung Fokus ke Laga Berikutnya

Bali United Kecewa Kehilangan Poin di Markas Persib

Bali United Ingin Kejutkan Persib Bandung

Ambisi Persib Raih Tiga Poin Lawan Bali United

Pelatih Persija, Mauricio Souza/Foto: Persija.id

Pelatih Bersyukur Persija Akhiri Tren Negatif

Jordi Amat Cetak Gol ke Gawang Persebaya/Foto: Persija.id

Persija Menanti Dukungan Penuh Jakmania di SUGBK

Bek Persija Jakarta, Jordi Amat/Media Persija

Jordi Amat dan Dony Tri Pamungkas Menolak Menyerah