Strategi di Balik Mundurnya Joan Laporta sebagai Presiden Barcelona
Joan Laporta memutuskan mundur dari posisinya sebagai Presiden Barcelona.
www.sportcorner.id - Joan Laporta memutuskan mundur dari posisinya sebagai Presiden Barcelona.
FC Barcelona mengalami hari yang menentukan di balik layar pada hari Senin (9/2/2026).
Selama pertemuan rutin dewan direksi, Joan Laporta secara resmi mengajukan pengunduran dirinya sebagai presiden klub, yang segera mengaktifkan skenario kelembagaan dan politik baru di dalam organisasi Blaugrana.
Pengunduran diri Laporta bukan akibat dari krisis olahraga atau keuangan yang mendesak, melainkan keputusan strategis yang didorong oleh statuta klub.
Langkah ini secara resmi membuka jalan menuju proses pemilihan presiden yang akan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang dan menempatkan Barelona dalam masa transisi yang rumit di tengah musim.
Pengunduran diri Laporta, setelah menjabat sebagai presiden sejak Maret 2021, dilakukan untuk memenuhi Pasal 42.f dari statuta klub, sebuah persyaratan wajib agar memenuhi syarat untuk dipilih kembali.
Mulai saat ini, Laporta akan sepenuhnya fokus pada kampanye pemilihan, di mana ia akan bersaing dengan kandidat pendahuluan lainnya yang telah menyatakan diri seperti VĂctor Font, Xavi Vilajoana, dan Marc Ciria.
Bersama Laporta, delapan anggota tim eksekutifnya juga mengundurkan diri, termasuk tokoh-tokoh kunci dari struktur kelembagaan dan sosial klub. Kepergian mereka memicu perombakan segera di dalam dewan dan mempercepat mekanisme keberlanjutan yang ditetapkan oleh peraturan internal.
Menyusul pengunduran diri tersebut, klub mengaktifkan rencana keberlanjutannya dan menempatkan Rafa Yuste sebagai kepala lembaga sebagai presiden sementara hingga akhir masa jabatan saat ini, yang ditetapkan pada 30 Juni.

