BYD Luncurkan Blade Battery Generasi Kedua dan Teknologi FLASH Charging
BYD meluncurkan Blade Battery generasi kedua dan teknologi FLASH Charging yang mampu mengisi daya mobil listrik 10–70% hanya 5 menit.
Untuk mereduksi panas internal sekaligus memaksimalkan pembuangan panas, BYD mengembangkan “Lithium-Ion High-Speed Channel” serta “Full-Spectrum Intelligent Thermal Management System.” Inovasi ini sejalan dengan filosofi BYD bahwa “keselamatan merupakan kemewahan tertinggi dalam kendaraan energi baru (NEV)”.
Untuk mendukung kecepatan pengisian yang revolusioner ini, BYD mengembangkan FLASH Charger dengan output single connector hingga 1.500 kW, yang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Dipadukan dengan sistem penyimpanan energi berkapasitas besar, infrastruktur ini mampu mengatasi keterbatasan kapasitas jaringan listrik tanpa memberikan beban berlebih pada jaringan lokal.
Pengembangan BYD FLASH Charging Station
Stasiun pengisian daya publik kerap dianggap kurang praktis, kurang higienis, tidak fleksibel, serta memiliki proses autentikasi yang kompleks sehingga mengurangi kenyamanan pengguna.
Baca juga: Changan Raih Sertifikasi Autonomous Driving Level 3 di Tiongkok
Untuk menjawab tantangan tersebut, FLASH Charger menghadirkan T-shaped pulley charger pertama di dunia. Dengan desain “Zero-Gravity”, pengguna dapat mengangkat konektor dengan mudah ke sisi manapun kendaraan, sekaligus memastikan kabel tetap bersih dan tidak menyentuh tanah.
Pada akhir 2026, BYD menargetkan pembangunan 20.000 FLASH Charging Stations di berbagai wilayah Tiongkok, yang kemudian akan diperluas secara global. Setelah beroperasi, stasiun-stasiun ini akan terbuka untuk publik, guna mempercepat elektrifikasi transportasi dan mendukung terciptanya masa depan yang lebih hijau.

