Gideon Badminton Academy Kembalikan Biaya Latihan Atlet yang Lolos ke Pelatnas
Gideon Badminton Academy (GBA) mengapresiasi atlet binaannya yang berhasil masuk Pelatnas PBSI Cipayung dengan mengembalikan biaya latihan selama dua tahun.
Marcus, yang akrab disapa Sinyo, menambahkan bahwa sistem pembinaan di GBA memiliki pendekatan berbeda dibandingkan banyak klub besar lainnya di Indonesia.
“Kami di sini mencoba mendidik semua menjadi atlet. Berbeda dengan tim lain, kami membina dari awal. Seperti Joven yang bergabung bersama kami selama dua tahun dari Bangka bisa menunjukkan perkembangan luar biasa dan akhirnya masuk Pelatnas,” ujarnya.
Menurut Marcus, langkah mengembalikan biaya latihan merupakan bagian dari komitmen GBA untuk tidak menjadikan pembinaan atlet sebagai orientasi keuntungan semata.
“Mungkin awalnya kami bingung karena tidak semua yang di sini membayar. Kami punya sistem beasiswa juga dan memberikan beberapa subsidi," ucapnya.
"Kami mencoba tidak mencari untung. Kalau kami mau cari untung, tentu kami tidak akan mengembalikan uang iuran yang jumlahnya lumayan besar itu,” jelasnya.
Selain Joven Farandi, atlet GBA lain yang berhasil menembus Pelatnas tahun ini adalah Joseph Marcellino Kyta. Berbeda dengan Joven, Marcell merupakan atlet yang sejak awal mendapatkan program beasiswa dari GBA, sehingga tidak dikenakan biaya latihan selama menjalani pembinaan. Marcell mulai bergabung di GBA sejak usia 10 tahun.
Keberhasilan pasangan Joven/Marcell menambah daftar atlet binaan GBA yang berhasil menembus Pelatnas PBSI dalam dua tahun terakhir. Pada tahun sebelumnya, pasangan ganda campuran Muhammad Nawaf Khoiriyansyah dan Luna Rianty Saffana juga berhasil masuk Pelatnas setelah meraih prestasi pada Kejuaraan Nasional PBSI 2024 dan turnamen Sirnas Premier.



