Atlet dari 22 Negara Berjibaku di Indonesia Open 2026
Turnamen Polytron Indonesia Open 2026 akan segera dimulai di Istora Gelora Bung Karno, 2-7 Juni.
Menurut Fadil, PBSI memandang Indonesia Open sebagai contoh nyata semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama bulu tangkis Indonesia.
"PBSI adalah rumah besar bulu tangkis Indonesia. Karena itu kami percaya keberhasilan penyelenggaraan turnamen sebesar Indonesia Open tidak pernah dibangun oleh satu pihak saja, tetapi oleh semangat gotong royong seluruh ekosistem," ucapnya.
"Sponsor menghadirkan penyelenggaraan kelas dunia, PBSI menjaga arah pembinaan dan tata kelola, atlet mendapatkan panggung terbaik, dan masyarakat mendapatkan pengalaman terbaik," terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat menilai Indonesia Open selalu memiliki arti khusus bagi para pemain Indonesia karena menghadirkan tantangan sekaligus kebanggaan untuk bertanding di hadapan publik sendiri.
"Indonesia Open tempat spesial bagi kita dan atlet luar negeri. Tidak pernah mendapatkan atmosfer penonton yang riuh. Bisa Dibandingkan dengan atmosfer di Eropa. Atmosfer di sini membuat banyak pemain kangen," ujar Taufik.
"Pengalaman saya dulu main di sini selalu jadi tantangan. Dengan atmosfer Indonesia Open Super 1000 bisa jadi motivasi, bukan malah tekanan," ucapnya.
Taufik berharap, semua atlet Indonesia bisa memberikan penampilan terbaik dan hasil maksimal.
"Mudah-mudahan indoneisa bisa memberikan yang terbaik di sini. Kita juga lagi proses regenerasi dan ini tidak bisa instan. Semoga Indonesia Open 2026 sukses dari penyelenggaraan dan prestasi," ungkapnya.
