Musim yang Berat untuk Dewa United Banten
Dewa United Banten harus gugur di babak Semifinal IBL 2026 dan mengubur mimpi mempertahankan gelar juara.
www.sportcorner.id - Dewa United Banten harus gugur di babak Semifinal IBL 2026 dan mengubur mimpi mempertahankan gelar juara.
Perjalanan Dewa United cukup berat musim ini, mulai dari cedera pemain, menemukan pemain asing yang cocok, sampai membagi fokus dengan dua kompetisi. Pada akhirnya, Dewa United bisa belajar banyak hal.
"Ini adalah akhir perjalanan kami musim ini. Dan, hasilnya memang sedikit mengecewakan," kata pelatih kepala Dewa United, Agusti Julbe Bosch.
Babak Semifinal IBL 2026, dengan sistem Best Of 5, memberikan gambaran nyata bahwa tim Dewa United tidak cukup baik dalam menghadapi persaingan musim ini. Setelah mereka mencuri kemenangan di kandang Pelita Jaya Basketball Jakarta (78-76) pada Game 1, selanjutnya Dewa United kalah tiga laga berturut-turut.
Mereka menyerah 79-93 di Game 2. Lalu menyusul kekalahan di Game 3 (83-84), dan Game 4 (78-94), yang notabene dimainkan di kandang sendiri.
Pada Game 4, terlihat bahwa para pemain Dewa United tidak bisa mengatasi tekanan.
"Kami tidak bisa bermain basket dengan baik. Tidak membuat keputusan yang tepat saat kehilangan bola, dan melakukan kesalahan dengan pelanggaran yang membuat lawan mendapatkan banyak kesempatan free throw," katanya.
Meskipun hasilnya mengecewakan, namun Dewa United sudah berusaha keras sepanjang musim ini. Mereka bermain di dua liga dengan sama baiknya, dan terbukti tidak menambah daftar pemain cedera hingga akhir musim.
"Saya bangga dengan pemain saya. Mereka sudah berjuang sepanjang musim ini. Musim yang berat, sehingga saya tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan perjuangan mereka. Saya bukan pelatih yang bagus, namun mereka (semua pemain Dewa United) yang sudah berusaha keras untuk membuat tim ini lebih baik," imbuhnya.



