Musim yang Berat untuk Dewa United Banten
Dewa United Banten harus gugur di babak Semifinal IBL 2026 dan mengubur mimpi mempertahankan gelar juara.
Sekadar mengingatkan kembali bahwa dalam upaya mereka mempertahankan gelar juara, Dewa United harus menghadapi tantangan berat. Mereka tidak diperkuat kapten tim, Kaleb Ramot Gemilang yang cedera. Kemudian Jordan Adams, pemain asing andalan Dewa United, justru bermasalah dengan kesehatannya.
Waktu yang digunakan untuk menunggu Adams pulih cukup lama, sehingga membuat mereka mengalami kekalahan yang menyakitkan di musim reguler, yaitu lima kelakalahan beruntun pada periode bulan Februari hingga awal Maret 2026. Saat itu Dewa United memiliki rekor 5-6.
Dewa United mulai bangkit ketika mereka menemukan Troy Gillenwater. Pemain asing inilah yang membangkitkan tim Dewa United, dan bisa kompetitif di dua kompetisi yang berbeda. Meski pada akhirnya, hasilnya belum maksimal.
Dewa United finis di urutan keempat Basketball Champions League (BCL) Asia-East 2026, dan terhenti di empat besar Playoffs IBL GoPay 2026. Performa mereka juga mendapatkan apresiasi dari tim lawan.
"Kredit untuk Dewa United yang bermain di dua kompetisi dengan baik. Karena itu jelas menguras tenaga," ungkap David Singleton, pelatih Pelita Jaya, yang juga pernah berkompetisi di BCL Asia-East bersama Prawira.
"Mereka tim yang kuat, dan membuat kami harus berusaha lebih keras lagi di Semifinal untuk menumbangkan mereka. Kekalahan di Game 1 seperti membuka mata para pemain Pelita Jaya untuk lebih baik lagi."
Sementara itu, IBL Local MVP 2026, Rio Disi, mengatakan bahwa dirinya bersama rekan telah memberikan yang terbaik dan mengucapkan terima kasih kepada Anak Dewa (pendukung Dewa United).



