Pesan Kurniawan Dwi Yulianto: Sepak Bola Oke, tapi Jangan Lupakan Pendidikan
Legenda sepakbola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menjelaskan pentingnya menempuh bangku pendidikan dalam perjalanan kariernya di dunia sepakbola.
Bahkan, karena prestasi yang dimilikinya, ia juga mendapat undangan untuk melanjutkan ke SMA Taruna yang juga merupakan sekolah favorit saat itu.
Pada 1990, ia memilih melanjutkan pendidikan di Diklat Salatiga dan membuktikan sebuah ucapan yang dilontarkan oleh kepala sekolahnya saat itu.
“Bahkan, kepala sekolah saya itu, pak Jahri namanya, kalau emang ini (Diklat Salatiga) pilihan kamu, saya mau 5 tahun ke depan harus ada pemain dengan nama Kurniawan,” katanya.
Ketika berlatih Diklat Salatiga, Kurniawan menjelaskan bahwa itu tidak menghambat pendidikannya sama sekali.
Ia mendapat waktu latihan dari setengah lima sampai enam pagi dan kembali melanjutkan sekolah dengan normal pukul tujuh.
Tidak sampai lima tahun, pada tahun 1994, Kurniawan berhasil masuk ke Primavera dan menjadi pemain yang cukup dikenal saat itu.
Sebagai informasi, legenda kelahiran Magelang itu memulai karier sepakbola di Pelita Bakrie pada 1995. Ia memperkuat Pelita Bakrie selama empat tahun.
Selain itu, ia juga main di beberapa klub sepak bola lainnya seperti, PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Serawak, PSS Sleman, Persitara Jakarta Utara, Persisam Putra Samarinda, Persela Lamongan, Tangerang Wolves, Pro Duta, dan Persipon Pontianak.
Dari memperkuat beberapa klub tersebut, ia berhasil mencatatkan 200 gol dalam 406 pertandingan.
Tak lupa, ia juga menjadi bagian dari tim nasional Indonesia dengan menyumbang 33 gol dalam 59 pertandingan dari 1995 hingga 2005.


