Terkuak, Inikah yang Bikin Marc Marquez Muak dan Tinggalkan Honda?

Marc Marquez dan Repsol Honda memutuskan mengakhiri kebersamaannya lebih cepat

Share:
article
Marc Marquez saat meraih gelar juara dunia terakhirnya di Honda pada 2019 silam.jpg
MotorSports
Marc Marquez saat meraih gelar juara dunia terakhirnya di Honda pada 2019 silam.jpg

Seperti halnya kata pepatah "setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya", masa jaya Marquez dan Honda perlahan mengalami masa-masa sulit pada musim 2020.

Pada seri pembuka di Jerez, Marquez mengalami kecelakaan parah yang membuatnya absen di sepanjang musim 2020.

Sejak saat itu, penampilan Marquez tak pernah lagi sama. Cedera pada lengan kiri membuat sang pemilik nomor 93 tak pernah kembali ke performa terbaiknya.

Kondisi tersebut diperparah dengan gangguan penghilatan yang merupakan "penyakit kambuhan" yang dulunya didapat Marquez saat masih membalas di Moto2.

Selama kurun waktu 2021 hingga 2022, Marquez lebih banyak menghabiskan waktu untuk pemilihan cedera.

Tak diketahui pasti apakah ada hubungannya apa tidak, lebih sering absennya Marquez linier dengan lambatnya pengembangan motor Honda.

Baca juga: Arhan Dibilang Miskin, Nama Lembaga Negara Ikut Diseret Gegara Tiktok Valdi Ghifari

Selama ini, Honda sering dianggap terlalu berorientasi pada Marquez seorang sehingga melupakan input dari pembalap lain.

Kebijakan itu pada akhirnya jadi bom waktu. Pada musim 2023, motor Honda tak cukup kompetitif untuk bersaing dengan pabrikan-pabrikan Eropa.

Motor yang tadinya hanya bisa dipakai Marquez akhirnya juga tidak bisa dipakai oleh sang pembalap andalan.


Baca Juga

Veda Ega Pratama debut di Moto3 2026/foto: IG @veda_54

Libur Satu Pekan, Veda Ega Pratama Pulang Kampung

Veda Ega Pratama tampil di Moto3 2026 seri Thailand/foto: IG @veda_54

Hasil Moto3 GP Italia: Veda Ega Finis Posisi Berapa?

Hasil Sean Gelael di Balapan FIA WEC Sirkuit Imola

Aldi Satya Berharap Sirkuit Assen Jadi Ajang Comeback

Sean Gelael GTWCE/Istimewa

Sean Gelael Tampil di GT World Challenge Asia 2026