Indonesia Melempem, Karena Jokowi Tak Beri Target Medali Olimpiade?

Tak seperti pemberangkatan kontingen untuk ajang multievent sebelumnya, Presiden Joko Widodo tak memberikan target medali olimpiade kepada kontingen Indonesia

Share:
article
Pelepasan kontingen atlet Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024 di Istana Kepresidenan, 10 Juli lalu (presidenri.go.id)
Olahraga
Pelepasan kontingen atlet Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024 di Istana Kepresidenan, 10 Juli lalu (presidenri.go.id)

Jumlah perwakilan atlet saat ini lebih banyak dibandingkan dengan edisi Tokyo 2020 dan Rio 2016 (28 orang), London 2012 (22 orang), dan Beijing 2008 (24 orang).

Sejarah berbicara, jumlah kontingen sering berbanding lurus dengan raihan medali.

Semakin banyak jumlah atlet, semakin besar pula prestasi yang diraih.

Hal itulah yang tecermin dari edisi Barcelona 1992 (42) dan Sydney 2000 (47) saat Indonesia mencatatkan wakil terbanyak dalam sejarah keikutsertaan di Olimpiade.

Edisi Barcelona merupakan yang terbaik dari sisi kualitas medali dengan 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Edisi Sydney unggul dalam kuantitas medali dengan 1 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.

Sebaliknya, jumlah atlet paling sedikit terjadi saat London 2012. Saat itu, kontingen Indonesia hanya mampu menyumbangkan 1 perak dan 1 perunggu.

Baca juga: Fajar Alfian Komentar di IG Mantan, Gagal Move On?

Sayangnya, liniernya jumlah atlet dengan prestasi tersebut belum tampak pada sepekan pelaksanaan Olimpiade Paris 2024.

Anomali pun terjadi. Hingga 2 Agustus, belum satupun medali didapat padahal jumlah atlet yang dikirim banyak.

Badminton yang selama ini jadi tulang punggung bahkan tampil melempem.

Dari sembilan atlet yang dikirim, kini hanya tinggal Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri) yang tersisa.


Baca Juga

Skuad Lavani Navy di Livoli Divisi Utama 2025 berisikan pemain bintang/foto: Ofisial Lavani

Final Proliga Gunakan Format Pertandingan Baru

Campus League Season 1 Dibuka di Surabaya

Indonesia kalah 0-3 dari Australia di perebutan peringkat 5 AVC Nations Cup 2025 Putra/foto: Ofisial AVC

Indonesia di Grup Neraka AVC Mens Cup 2026

Sugiono Jadi ketua Umum PB IPSI 2026-2030

Menpora Sebut Muaythai Punya Potensi Besar

panjat tebing (freepik.com)

Update Kasus Pelecehan Seksual Pelatih Panjat Tebing