Pemain Marseille Ini Jadi Sasaran Ejekan Anti-LGBT Pendukung PSG

Ejekan anti-LGBT mewarnai laga Liga Prancis yang mempertemukan PSG vs Strasbourg pada 20 Oktober lalu

Share:
article
Stadion Parc Des Princes kandang PSG (Olympics.com).
Bola
Stadion Parc Des Princes kandang PSG (Olympics.com).

Saat nyanyian itu terjadi, penyiar stadion di Parc des Princes dua kali meminta nyanyian itu dihentikan dan malah dicemooh.

Ligue 1 mengatakan komite disiplinnya akan menyelidiki bukti.

Musim lalu, beberapa pemain PSG dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan oleh komite disiplin liga karena nyanyian ofensif yang ditujukan kepada Marseille setelah pertandingan liga kandang.

Ousmane Dembélé , Achraf Hakimi , Randal Kolo Muani, dan Layvin Kurzawa terekam melontarkan kata-kata hinaan saat merayakan kemenangan 4-0 atas Marseille.

Walau keempat pemain tersebut menyampaikan permintaan maaf.

Rivalitas antara PSG dan Marseille merupakan salah satu yang paling sengit di sepak bola Prancis sejak tahun 1990-an.

Pada era 90-an, Marseille menikmati masa kejayaannya dan PSG menjadi lebih ambisius dengan dukungan lembaga penyiaran televisi Canal Plus.

Dalam satu dekade terakhir, PSG telah dibiayai oleh investor Qatar QSI.

BACA JUGA: Ditinggal Pergi Mbappe Cuma-cuma, PSG Malah Untung Berjuta-juta

Selama dipegang QSI, PSG menjelma jadi klub Pranci tersukses di dalam negeri dengan 12 gelar liga, dua gelar lebih banyak dari Marseille dan Saint-Etienne .

Meskipun Marseille belum pernah memenangi liga sejak 2010, mereka masih mengklaim hak membanggakan tertinggi atas PSG sebagai satu-satunya klub Prancis yang pernah memenangi Liga Champions.


Baca Juga

Alasan Yoo Jae-hon Mau Terima Pinangan Persita

PSSI Awards/Foto: PSSI

Voting PSSI Awards 2026 Diperpanjang

Kunci Kemenangan Telak Persib Lawan Madura United

Daftar Tim yang Tampil di 16 Besar Liga Champions

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Kemenangan Penting Persija di Markas Malut United