Agen Bicara soal Masa Depan Megawati di Red Sparks

Masa depan Megawati Hangestri musim depan bersama Red Sparks masih menjadi tanda tanya.

Share:
article
Megawati Hangestri (Foto: KOVO)
Olahraga
Megawati Hangestri (Foto: KOVO)

Atau, Megawati mendaftar sebagai pemain asing dengan bayaran mencapai 250 ribu Dolar AS per musim.

Megawati sudah bisa memilih sebagai pemain asing karena telah bermain dua musim di V-League.

Jika memilih sebagai kuota pemain Asia, Megawati bisa tetap bermain dengan Red Sparks. Tapi, jika memilih kuota pemain asing biasa, tak ada jaminan Megawati tetap di Red Sparks.

[Baca Juga: 10 Pevoli Indonesia yang Daftar Try-Out di Liga Voli Korea: Tak Ada Megawati]

Artinya, tujuh tim yang bermain di V-League bisa memilih Megawati. Tapi, Megawati juga dikabarkan bisa hengkang dari V-League dan main di luar negeri.

Agen domestik Megawati, Kim Seong-hon mengatakan, semua opsi untuk kliennya masih terbuka.

"Kami masih mempertimbangkan semua opsi mendaftar sebagai kuota pemain asing atau pemain asing Asia dan tetap main bersama Red Sparks. Atau bisa saja pindah ke luar negeri," ujar Seong-hoon.

Jika memilih kuota pemain asing, secara finansial jelas lebih bagus. Yang jelas, Megawati sangat mencintai Red Sparks.

"Jika besaran (gaji), memang benar pemain asing lebih besar. Tapi, sangat mencintai V-League dan Red Sparks. Dia sudah terikat dengan tim," katanya.

"Megawati masih fokus kepada Red Sparks. Setelah musim berakhir, dia akan menentukan apakah mendaftar sebagai pemain asing, kuota Asia, atau pindah ke luar negeri," pungkasnya.


Baca Juga

Skuad Lavani Navy di Livoli Divisi Utama 2025 berisikan pemain bintang/foto: Ofisial Lavani

Final Proliga Gunakan Format Pertandingan Baru

Campus League Season 1 Dibuka di Surabaya

Indonesia kalah 0-3 dari Australia di perebutan peringkat 5 AVC Nations Cup 2025 Putra/foto: Ofisial AVC

Indonesia di Grup Neraka AVC Mens Cup 2026

Sugiono Jadi ketua Umum PB IPSI 2026-2030

Menpora Sebut Muaythai Punya Potensi Besar

panjat tebing (freepik.com)

Update Kasus Pelecehan Seksual Pelatih Panjat Tebing