Alasan Indonesia Tak Ikut Bidding Tuan Rumah World Climbing Series 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menjelaskan alasan tidak melakukan penawaran (bidding) menjadi tuan rumah World Climbing Series 2026.

Share:
article
Atlet putri panjat tebing di SEA Games 2025 Thailand/foto: Kemenpora
Olahraga
Atlet putri panjat tebing di SEA Games 2025 Thailand/foto: Kemenpora

www.sportcorner.id - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menjelaskan alasan tidak melakukan penawaran (bidding) menjadi tuan rumah World Climbing Series 2026.

Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menjelaskan pihaknya tidak mengajukan diri sebagai tuan rumah menyusul polemik penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Polemik yang dimaksud merujuk adalah ketika Pemerintah Indonesia menolak memberikan visa kepada atlet Israel untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Artistik 2025 di Jakarta.

Penolakan tersebut dinilai sebagai bentuk sikap politik Indonesia terhadap agresi militer Israel di wilayah Gaza.

Keputusan tersebut memicu reaksi internasional termasuk Komite Olimpiade Internasional (IOC). Meski begitu, langkah Indonesia mendapat dukungan dari Federasi Senam Internasional (FIG).

[Baca juga: Kawinkan Emas dan Perak di SEA Games 2025, Menpora Apresiasi Pembinaan FPTI]

"Imbas dari kejuaraan senam tahun lalu yang menjadi isu sensitif di publik, tahun ini kami tidak ikut bidding," ujar Yenny Wahid dikutip dari Antara.

Yenny menjelaskan pihaknya semula akan mengikuti bidding tuan rumah, tapi kemudian mengurungkan hal tersebut setelah melihat perkembangan.

"Kami melihat dulu perkembangannya ke depan. Semoga tahun depan bisa menjadi tuan rumah," jelasnya.


Baca Juga