Respons Pelatih Panjat Tebing Dinonaktifkan Gegara Dugaan Pelecehan Seksual
Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia nonaktif, Hendra Basir, membantah telah melakukan tindakan pelecehan seksual kepada delapan atlet.
www.sportcorner.id - Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia nonaktif, Hendra Basir, membantah telah melakukan tindakan pelecehan seksual kepada delapan atlet.
Penonaktifan Hendra Basir sebagai kepala pelatih tim panjat tebing Indonesia merupakan buntut dari adanya laporan terkait dugaan pelecehan seksual, hingga kekerasan fisik yang menimpa sejumlah atlet.
Pelaporan delapan atlet itu dilakukan pada 28 Januari 2026 kepada Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid.
Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro mengungkapkan federasi telah membentuk tim pencari fakta (TPF) terkait penonaktifan pelatih tersebut, akibat dugaan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik kepada atlet.
Tapi, Hendra Basir membantah tudingan tersebut. Bahkan, dia meminta agar bertanya langsung pada delapan atlet yang diduga dilecehkan.
"Silakan ditanyakan kepada delapan atlet terkait, bagian yang mana saya melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik," ujarnya, dikutip dari Antara, Rabu (25/2/2026).
Hingga Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) terkait penonaktifan sebagai pelatih kepala keluar, Hendra belum pernah sama sekali diimbau untuk mengklarifikasi terkait dugaan tindakan itu.
Dia mengakui bahwa memang terkenal galak dalam melatih para atlet. Tetapi hal itu merupakan bagian dari proses untuk membentuk mental dan fisik yang prima, agar mampu bersaing pada level tertinggi, sehingga bukan untuk menyiksa atau menganiaya.


