Candra Wijaya Lebarkan Sayap, Gelar Kejuaraan Khusus Sektor Tunggal
Setelah sejak 2009 rutin menggelar kejuaraan bulutangkis khusus nomor ganda, Candra Wijaya kembali membuat gebrakan menarik.
Dituturkan Candra, pihaknya memang sangat berharap, dengan diadakannya kejuaraan khusus nomor tunggal ini dapat menarik minat dan makin mengairahkan pembinaan bagi calon atlet sejak usia dini.
"Kejuaraan khusus tunggal ini tentunya juga untuk membudayakan pembinaan sejak dini dan sekaligus melestarikan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia," harap Candra.
Gelaran yang berjalan sukses ini di antaranya melahirkan talenta-talenta potensial di sektor tunggal. Misalnya, Kharissa Lubna Ramadhani.
Pelajar SDN Ciracas 06, Jakarta Timur ini menjadi juara tunggal putri usia dini (U-11). Di final, Kharissa sukses mengalahkan Zevanya Cantika Hamzah (Sriwijaya Badminton Academy) dengan skor 21-15, 23-21.
Di tunggal remaja (U-17) putri, Haura Kamila Assopiah (Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya), tampil terbaik. Di final, Haura menang atas Katrina Gwendelyn Setiawan (Jaya Raya Solo), 21-10, 21-7
Pada kelompok pra usia dini (U-9) putra, Muhammad Haufanhazza Firdaus juga jadi jawara. Pemain asal klub Amour Badminton Club ini, berhasil mengatasi perlawanan Arka Pratama Sitepu (Flash), 21-16, 21-18.
Sedangkan di tunggal pemula (U-15) putra, pemain binaan DYSCW, Didin Khoerul Ma'mur juga tampil terbaik. Di laga pamungkas, Didin menang atas Aurial Sakha Wiratama (Jaya Raya Jakarta), 21-15, 21-11.
Berkat kemenangan ini, klub tuan rumah DYSCW akhirnya tampil sebagai juara umum dengan raihan dua medali emas dan satu perak sumbangan Gibran Sandya Prayoga di tunggal anak-anak (U-13) putra. Gibran di final dikalahkan Muhammad Davin Abrisam (SDN 1 Panaragan Bogor), 10-21, 18-21.




