10 Anak Wakili Indonesia ke Street Child World Cup 2026
Sepuluh anak Indonesia kini bersiap melangkah ke panggung dunia untuk tampil di Street Child World Cup 2026.
“Garuda Baru bukan sekadar tim sepak bola, melainkan sebuah gerakan yang memberi ruang bagi anak-anak dari lingkungan rentan untuk menyuarakan pengalaman dan harapan mereka,” ujar Manajer Tim Garuda Baru, Jessica Hutting.
Menurutnya, ketika anak-anak diberikan kesempatan dan ruang yang aman untuk berkembang, mereka mampu menunjukkan potensi yang selama ini tersembunyi.
Founder Tim Garuda Baru Mahir Bayasut menambahkan, kegiatan itu merupakan program konsorsium atau bersama yang sudah ada sejak 2013, yang dibuat oleh Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), Yayasan Kampus Diakoneia Modern (KDM), dan Yayasan Sahabat Anak (YSA).
"Ketiga lembaga non profit ini memiliki visi yang sejalan untuk menyuarakan hak anak-anak atas pendidikan, perlindungan, dan kehidupan yang layak," pungkas Mahir.
Membawa Pesan Hak Anak ke Dunia
Selain bertanding di lapangan, delegasi Indonesia juga akan membawa kampanye mengenai hak anak untuk memperoleh lingkungan yang layak.
Kampanye ini lahir dari pengalaman langsung anak-anak yang hidup di kawasan padat penduduk, dengan keterbatasan ruang bermain yang aman, serta menghadapi berbagai persoalan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, sanitasi, dan risiko kekerasan di sekitar tempat tinggal mereka.
Melalui forum anak internasional dalam ajang Street Child World Cup, para pemain Garuda Baru akan menyampaikan pesan bahwa lingkungan yang aman bukanlah sebuah kemewahan, melainkan hak dasar setiap anak.
Partisipasi Garuda Baru dalam ajang ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk memperkuat advokasi hak anak di tingkat global.







