Ada Apa dengan Ganda Putra Bulutangkis Indonesia?

Penampilan ganda putra Indonesia menjadi sorotan. Dalam beberapa turnamen terakhir, nggak ada satu pun yang menjadi juara.

Share:
article
Olahraga

Pelatih ganda putra, Aryono Miranat menilai, permasalahan utama adalah faktor teknis dan percaya diri.

"Secara garis besar secara keseluruhan yang perlu diperhatikan adalah faktor teknisnya," ujarnya.

"Masalah kepercayaan dirinya dan keyakinan dalam bermain perlu ditingkatkan lagi. Konsistensi permainan itu hadir bila kita dalam keadaan percaya diri," katanya.

Masalah teknis yang menjadi sorotan adalah pertahanan dan akurasi pukulan. Selain itu, permainan di depan net juga perlu ditingkatkan.

"Untuk Fajar/Rian saya melihat ada tekanan bagi mereka sebagai pemain nomor satu apalagi terakhir-terakhir ini grafiknya tidak stabil," ucapnya.

"Itu mengakibatkan kepercayaan diri mereka menurun. Saya akan mencoba membangkitkan mental bertanding mereka, jiwa tidak mau kalahnya harus keluar lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Leo/Daniel disebut mainnya kurang ngotot. Sedangkan Bagas/Fikri sudah mengalami peningkatan tapi masih banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Untuk Leo/Daniel kengototan permainannya seperti hilang, PR mereka bagaimana mengembalikan fighting spiritnya. Untuk Pramudya/Yeremia yang harus diperbaiki adalah sisi komunikasi antar mereka," katanya.

"Bagas/Fikri saya melihat permainan mereka sudah mulai kembali. Fighting spirit, pola permainan sudah cukup baik hanya memang diperlukan konsistensi dan kepercayaan diri yang lebih lagi," pungkasnya.
 


Baca Juga

Skuad Lavani Navy di Livoli Divisi Utama 2025 berisikan pemain bintang/foto: Ofisial Lavani

Final Proliga Gunakan Format Pertandingan Baru

Campus League Season 1 Dibuka di Surabaya

Indonesia kalah 0-3 dari Australia di perebutan peringkat 5 AVC Nations Cup 2025 Putra/foto: Ofisial AVC

Indonesia di Grup Neraka AVC Mens Cup 2026

Sugiono Jadi ketua Umum PB IPSI 2026-2030

Menpora Sebut Muaythai Punya Potensi Besar

panjat tebing (freepik.com)

Update Kasus Pelecehan Seksual Pelatih Panjat Tebing