MPBI Kritik Keras Meet and Greet Raymond/Joaquin di Malam Sebelum Final

Gagalnya pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin naik ke podium tertinggi Indonesia Masters 2026 menyisakan kekecewaan bagi publik bulu tangkis tanah air.

Share:
article
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Indonesia Masters 2026/Foto: PBSI
Bulutangkis
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Indonesia Masters 2026/Foto: PBSI

Kritik ini sekaligus menjawab spekulasi netizen yang mempertanyakan apakah kekalahan tersebut disebabkan oleh fisik yang terkuras habis setelah menumbangkan dua senior di babak sebelumnya.

"Asumsi netizen itu ada logikanya, tapi setelah mengetahui ada agenda meet and greet sebelum final, menurut saya inilah salah satu penyebab utamanya," tegasnya.

Kurniadi mengatakan booth Djarum Foundation tidak seharusnya melakukan promosi berlebihan di tengah kompetisi yang berjalan. Waktu promosi harusnya bisa diatur. Kegiatan harusnya juga memikirkan momen yang tepat dan tidak seenaknya sendiri.

"Saya memperkirakan kalau bukan sponsor, ya klub asalnya. Siapa pun itu, seharusnya mereka lebih bijak menahan diri demi kepentingan konsentrasi atlet," kata Kurniadi. Raymond dan Joaquin sendiri adalah pemain binaan PB Djarum. 
Lebih lanjut, dia mendesak PBSI untuk lebih tegas dalam memegang kendali atas atlet-atlet pelatnas. Terutama mereka yang memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama bangsa. Baginya, kedaulatan federasi atas jadwal atlet harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan komersial sesaat atau eksposur klub.
Joaquin/Raymond sendiri sejatinya berpeluang besar meraih gelar Super 500 kedua mereka. Apalagi dalam pertemuan sebelumnya di semifinal Australian Open 2025 Joaquin/Raymond bermain sangat baik dan berhasil mengalahkan Goh/Izzuddin dalam dua game langsung 21-19 dan 21-13.  
Namun, hilangnya fokus akibat manajemen waktu yang buruk membuat peluang emas tersebut melayang. "Semoga ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kita tidak boleh mengorbankan prestasi besar demi acara-acara seremonial di tengah turnamen yang masih berlangsung," kritik Kurniadi.
Kekalahan ini menjadi sinyal kuat bagi manajemen tim nasional bahwa menjaga kondisi fisik dan mental atlet di turnamen kandang jauh lebih menantang. Terutama dalam membendung godaan euforia di luar lapangan.


Baca Juga

Kabid Binpres PBSI, Eng Hian/Foto: PBSI

Evaluasi PBSI Hasil di Indonesia Masters 2026

Malaysia Juara Umum di Indonesia Masters 2026

Hasil Indonesia Masters 2026: Jafar/Felisha Tumbang

Anthony Ginting/Foto: PBSI

Penyebab Ginting Mundur dari Indonesia Masters 2026