Kisah Thinaah Muralitharan Sulit Adaptasi Gegara Tak Bisa Bahasa Mandarin
Thinaah Muralitharan kesulitan beradaptasi saat pertama kali bergabung dengan Sekolah Olahraga Bukit Jalil (BJSS).
Thinaah memulai kariernya di nomor tunggal tetapi kesulitan menembus level senior sebelum pelatih Rosman Razak mengarahkannya ke nomor ganda.
Transisi tersebut tidak langsung membuahkan hasil karena ia membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pola gerakan dan dinamika kemitraan yang baru sebelum akhirnya berkembang bersama Pearly.
Tahun lalu pasangan ini mencapai enam final Tur Dunia dan meraih tiga gelar — Thailand Open, Arctic Open, dan Japan Masters.
Mereka juga membuat sejarah lolos ke final di Kejuaraan Dunia, tetapi kalah dari pasangan peringkat 1 dunia asal China, Liu Sheng Shu-Tan Ning.
Duo ini menutup tahun dengan medali emas di SEA Games Thailand, mengakhiri paceklik medali emas Malaysia selama 10 tahun.
Meskipun berada di antara para pemain elit dunia, pemain berusia 28 tahun itu mengatakan ekspektasi semakin meningkat seiring ia dan Pearly mengukuhkan status mereka sebagai pasangan ganda putri terbaik Malaysia.
"Tekanan akan selalu ada, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapinya dan mengubahnya menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan, bahkan hanya satu persen setiap hari," pungkasnya.





