Eko Yuli Beli Sawah dan Bangun Sasana dari Kesuksesan Jadi Atlet Angkat Besi
Menjadi atlet berprestasi menjanjikan masa depan yang cerah. Itulah yang diyakini Eko Yuli Irawan kala masih kanak-kanak.
www.sportcorner.id - Menjadi atlet berprestasi menjanjikan masa depan yang cerah. Itulah yang diyakini Eko Yuli Irawan kala masih kanak-kanak.
Semua berawal kala dirinya melihat latihan angkat besi di kampungnya, di Kota Metro, Lampung, tahun 2000.
"Sejak pertama melihat angkat besi, saat itulah saya menemukan cara untuk mengangkat derajat saya dan keluarga saya," kenang Eko.
Keluarga Eko Yuli memang tergolong tidak mampu. Ayahnya, Saman, bekerja sebagai tukang becak. Sementara sang ibu Wastiah berjualan sayur. Rumah mereka pun menumpang di tanah orang, yang bisa sewaktu-waktu diminta kembali oleh pemiliknya.
“Saat saya merantau, pikiran saya bagaimana kalau tanah itu mau dipakai orangnya? Orang tua saya mau pindah ke mana? Jadi saya punya tekad dan ambisi, harus mengejar prestasi untuk membantu orang tua,” ungkap Eko.
Karenanya terpatri benar dalam benaknya bagaimana bisa mewujudkan cita-cita menjadi juara. Bukan sebatas sorakan atau tepuk tangan, juara yang dia cita-citakan adalah bagaimana bisa membantu orang tuanya keluar dari kemiskinan.
Perlahan tekad Eko dibarengi latihan giat menemukan jalannya. Sepuluh bulan mengawali latihan angkat besi, dirinya berhasil menjadi yang terbaik, medali emas di kejuaraan nasional.
Dari situ wawasan Eko terbuka dan makin bersemangat mengincar prestasi yang lebih tinggi, tak tanggung-tanggung yaitu emas Olimpiade.
“Pelatih bilang nanti kalau levelnya di Olimpiade, saya bisa bantu orang tua saya,” kenang pria 36 tahun ini.






